MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah, mengambil langkah tegas dengan menertibkan puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menyerobot fasilitas umum di Jalan Kalimantan, Kelurahan Ujung Tanah, Kamis (26/3/2026).
Penertiban ini menyasar 20 lapak liar yang telah berdiri di atas trotoar dan saluran drainase selama kurang lebih 25 tahun.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengembalikan fungsi ruang publik serta menjaga estetika wilayah.
Camat Ujung Tanah, Andi Unru, menegaskan bahwa eksekusi bangunan liar ini dilakukan setelah melalui prosedur yang panjang.
Pihaknya mengaku telah melayangkan surat peringatan (SP) sebanyak tiga kali sebagai upaya persuasif agar pedagang membongkar lapaknya secara mandiri.
”Kami tidak melakukan penertiban secara tiba-tiba. Pendekatan persuasif sudah dilakukan hingga SP tiga. Ini murni untuk mengembalikan fungsi trotoar dan drainase yang selama ini tertutup,” ujar Andi Unru di lokasi penertiban.
Operasi ini melibatkan tim gabungan dari Satpol PP, unsur TNI, dan Polri. Meski sempat diwarnai dinamika di lapangan, petugas tetap melanjutkan pembongkaran secara bertahap hingga area tersebut bersih dari bangunan liar.

Keberadaan lapak di Jalan Kalimantan Kecamatan Ujung Tanah tersebut, dinilai menjadi pemicu utama terhambatnya aliran air di wilayah tersebut.
Selain mengganggu hak pejalan kaki, bangunan yang permanen di atas saluran air menyulitkan petugas melakukan pembersihan drainase.
”Tujuan utamanya adalah estetika dan fungsi lingkungan. Drainase yang tertutup bangunan puluhan tahun harus dibersihkan agar aliran air lancar dan tidak memicu genangan,” tuturnya.
Menyadari bahwa lokasi tersebut telah menjadi sumber penghidupan warga selama dua dekade lebih, Andi Unru memastikan pemerintah tidak tinggal diam.
Saat ini, pihak kecamatan tengah berkoordinasi dengan pimpinan di Pemerintah Kota Makassar untuk mencari lokasi relokasi yang layak.
”Kami tetap memikirkan keberlanjutan ekonomi UMKM masyarakat. Relokasi sedang dikordinasikan agar ada solusi jangka panjang yang tetap mengedepankan sisi humanis,” pungkasnya.
Penataan ini diharapkan dapat menjadi awal baru bagi wajah Kecamatan Ujung Tanah yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Makassar. (*)
Comment