Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulawesi Utara: Satu Orang Tewas dan Tsunami Kecil Terdeteksi

Seorang tim SAR memperhatikan bangunan yang rusak di Kota Manado, Sulawesi Utara, akibat gempa magnitudo 7,6, Kamis (02/04). (Sumber: bbc.com/Dok. Basarnas)

ads
ads

MENITNEWS.COM, BITUNG – Gempa bumi tektonik berkekuatan besar melanda wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (02/04) pagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi satu warga Manado meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan, sementara gelombang tsunami kecil sempat terdeteksi di beberapa titik pesisir.

Kronologi dan Data Teknis

Gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB atau 06.48 WITA. Berdasarkan data mutakhir BNPB, pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT, tepatnya di tenggara Kota Bitung dengan kedalaman 62 kilometer.

Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan yang signifikan:

  • M 5,5 pada pukul 06.07 WIB.

  • M 5,2 pada pukul 06.12 WIB.

Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa

Tim SAR melaporkan bahwa dampak terparah sejauh ini terjadi di Manado dan Ternate. Seorang warga Manado dinyatakan tewas dan satu lainnya luka-luka akibat tertimpa bangunan. Di pusat kota Manado, sebuah struktur stadion dilaporkan runtuh akibat kuatnya guncangan.

“Jalanan aspal sampai bergoyang kencang sekali. Ini gempa paling kuat yang pernah saya rasakan selama enam tahun di sini,” ujar Isvara Safitri, seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi stadion yang runtuh.

Di Maluku Utara, kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di:

  • Kecamatan Pulau Batang Dua: Satu unit gereja rusak.

  • Ternate Selatan: Dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi mengalami kerusakan berat dan ringan.

  • Halmahera: Laporan kerusakan juga masuk dari wilayah Halmahera Barat dan Tengah.


Peringatan Tsunami Kecil

Sistem peringatan dini mencatat adanya kenaikan permukaan laut tak lama setelah gempa utama. Meski tidak bersifat destruktif, warga diimbau tetap waspada.

  • Halmahera Barat: Terdeteksi tsunami setinggi 0,3 meter (06.08 WIB).

  • Bitung: Terdeteksi tsunami setinggi 0,2 meter (06.15 WIB).

Situasi di Pesisir Bitung

Kepanikan sempat terjadi di pasar dan sekolah-sekolah di Bitung. Yayuk Oktiani (42), warga setempat, menceritakan bagaimana warga pasar berhamburan saat toko-toko mengalami mati lampu.

“Karena lokasi di pesisir dan ada status siaga, warga langsung mengungsi ke dataran tinggi. Guru-guru juga langsung mengevakuasi siswa ke luar gedung dan meminta orang tua menjemput,” kata Yayuk.


Himbauan Pemerintah

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan agar warga tidak terburu-buru kembali ke rumah, terutama yang berada di kawasan rawan pesisir.

“Kami mengimbau warga tetap tenang dan menjauhi pantai sampai ada pernyataan resmi aman dari pemerintah. Mohon tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Saat ini, BPBD setempat masih terus melakukan pendataan terkait total kerugian materil dan kemungkinan adanya korban tambahan di wilayah pelosok. (*)

Comment