MENITNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat pertanian dari Aliansi Petani Bersatu, Deby Syahputra, meluruskan polemik terkait pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai kekuatan Crude Palm Oil (CPO) Indonesia. Menurutnya, Mentan tidak sedang membandingkan CPO dengan Selat Hormuz secara harfiah, melainkan memberikan ilustrasi betapa besarnya pengaruh Indonesia di pasar global.
Menepis Misinformasi dan “Framing”

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/4/2026), Deby menilai narasi yang membandingkan CPO dengan Selat Hormuz sering kali dipelintir menjadi framing yang menyesatkan publik.
“Maksud Mentan adalah menggambarkan posisi strategis Indonesia sebagai eksportir CPO terbesar di dunia. Ini adalah penegasan bahwa kita memiliki daya tawar yang sangat kuat dalam perdagangan komoditas strategis,” ujar Deby.
Ia memperingatkan bahwa kesalahan dalam memahami konteks ini dapat menciptakan persepsi keliru terhadap substansi kebijakan pemerintah.
Dominasi Pasar dan Daya Tawar Internasional
Saat ini, Indonesia menguasai lebih dari 60 persen pasar ekspor CPO dunia. Dengan angka dominasi tersebut, Indonesia memegang kunci stabilitas pasokan dan harga internasional.
Deby menjelaskan beberapa poin penting terkait kekuatan ini:
-
Dampak Global: Dalam skenario ekstrem, penghentian ekspor CPO Indonesia akan melumpuhkan industri di negara-negara besar seperti Jepang, Amerika Serikat, hingga kawasan Eropa.
-
Posisi Tawar: Kekuatan ini harus dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
-
Hilirisasi: Mengubah ekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah seperti margarin, oleokimia, hingga produk perawatan kulit (skincare).
Mendorong Kemandirian Bangsa
Deby mengapresiasi langkah pemerintah yang konsisten mendorong hilirisasi industri sawit. Kebijakan ini diyakini akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi perekonomian nasional dibandingkan hanya menjual bahan mentah.
Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dominasi sawit adalah aset strategis nasional. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini diharapkan mampu:
-
Memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
-
Mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam.
-
Meningkatkan kemandirian bangsa di kancah global. (*)
Comment