MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya sinergi antara ilmu hukum dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif.
Hal tersebut disampaikannya saat membawakan kuliah umum di hadapan ratusan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Jumat (22/5/2026).
Kuliah umum yang berlangsung di Kampus Tamalanrea ini mengusung tema “Sinergi Pemerintahan, Hukum dan Entrepreneurship dalam Menciptakan Inovasi Pemerintahan yang Berdampak di Kota Makassar”.
Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Appi ini menjelaskan bahwa struktur ekonomi Kota Makassar sangat bergantung pada sektor perdagangan barang dan jasa.
Sektor ini menjadi motor utama yang sempat membawa pertumbuhan ekonomi kota menyentuh angka 5,3 persen pada tahun 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan.
”Kota ini tumbuh dari perdagangan dan jasa. Karena itu, Makassar membutuhkan lebih banyak entrepreneur untuk terus menggerakkan roda perekonomian,” ujar Appi.
Menurut alumni FH Unhas ini, ilmu hukum memiliki peran krusial yang tidak hanya terbatas pada profesi hukum konvensional, melainkan juga menjadi fondasi penting dalam dunia bisnis.
Hukum berfungsi sebagai rambu-rambu yang memastikan setiap langkah inovasi tetap berada dalam koridor regulasi yang sah.
Ia menambahkan, persentase jumlah wirausahawan di Indonesia saat ini masih berada di bawah angka 4 persen dari total populasi penduduk.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, aspek hukum, dan pola pikir kreatif sektor swasta menjadi kunci mutlak.
”Pemerintahan membutuhkan inovasi untuk pelayanan publik, hukum menjamin inovasi tetap berada dalam koridor aturan, dan entrepreneurship membawa cara berpikir kreatif, cepat, serta solutif. Inilah sinergi yang kita butuhkan,” tegas Munafri Arifuddin.
Kisah Bangkit Dari Kegagalan Politik
Di hadapan para mahasiswa, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga secara terbuka membagikan perjalanan karier dan dinamika politiknya, yang penuh tantangan sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Makassar 2024.
Ia mengisahkan pengalamannya mengikuti kontestasi pilkada sebanyak tiga kali dalam kurun waktu enam tahun.
Termasuk saat harus menerima kekalahan dari kotak kosong pada Pilkada 2018, dan kegagalan berikutnya pada Pilkada 2020 di masa pandemi.
Namun, ia memilih menjadikan rentetan kegagalan tersebut sebagai batu loncatan. Berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham pada Pilkada 2024, ia berhasil mendapatkan kepercayaan masyarakat dengan meraih sekitar 54 persen suara.
”Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia. Berjuanglah sampai tuntas untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan,” pesannya memotivasi mahasiswa.
Selain membahas tata kelola kota, Appi juga menceritakan masa mudanya yang serbaketerbatasan.
Ia sempat bekerja sebagai penyiar radio untuk membiayai kuliahnya secara mandiri semenjak semester dua.
Pengalaman hidup dan kemampuan membangun relasi itulah yang kemudian membawanya dipercaya memimpin berbagai perusahaan.
Mengarsiteki kebangkitan manajemen klub sepak bola PSM Makassar pada 2016 hingga menjuarai Piala Indonesia 2019, kemudian ditunjuk sebagai perwakilan kehormatan Republik Kroasia di Indonesia.
Menutup kuliah umum tersebut, ia mengajak seluruh Sivitas Akademika FH Unhas untuk mengambil peran aktif dalam mengawal dan merumuskan kebijakan publik.
”Mari jadikan Fakultas Hukum Unhas sebagai motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, berkeadilan, dan berpihak pada rakyat,” pungkas Munafri Arifuddin. (*)
Comment