Perkuat Standar Makan Bergizi Gratis, APPMBGI Gandeng Halal-In

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Halal-In untuk memperkuat standarisasi nasional Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang difokuskan pada peningkatan kualitas layanan dapur di seluruh Indonesia.

​Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, bersama Wakil Ketua Umum I APPMBGI, Prof. Dr. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, Sabtu (4/4/2026).

Prosesi ini juga disaksikan oleh Dewan Pakar APPMBGI, Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan kebijakan dan mutu program.

​Kerja sama ini secara khusus akan mengoptimalkan peran Pusat Pelatihan Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (P4MBGI).

Lembaga ini diproyeksikan menjadi center of excellence, dalam pengembangan kapasitas serta standarisasi kompetensi bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

​Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa tantangan terbesar program MBG bukan hanya soal distribusi massal, melainkan konsistensi kualitas di setiap titik layanan.

​“Kami ingin memastikan setiap SPPG memiliki standar yang seragam dan terukur. Mulai dari kualitas bahan, proses produksi, hingga kepatuhan terhadap aspek halal dan keamanan pangan,” ujar Bro Rivai, sapaan akrab Rivai Ras.

​Sebagai mitra strategis, Halal-In akan berperan dalam menyusun kurikulum pelatihan dan proses sertifikasi yang terintegrasi. Fokus utama kolaborasi ini mencakup empat aspek krusial:

​Standar Halal: Memastikan rantai pasok dan produksi sesuai syariat.

​Higienitas & Sanitasi: Penerapan standar dapur skala besar yang higienis.

​Jaminan Mutu: Sistem pengawasan kualitas pangan yang ketat.

​Kepatuhan Regulasi: Penyesuaian dengan aturan nasional dan standar global.

​Keterlibatan Prof. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, diharapkan mampu memperkuat tata kelola SDM dan sinkronisasi regulasi.

Di sisi lain, kehadiran Prof. Reni Mayerni sebagai Dewan Pakar, memastikan bahwa setiap langkah teknis memiliki landasan ilmiah yang kuat, terutama terkait aspek gizi dan keberlanjutan pangan.

​Melalui kemitraan ini, APPMBGI memantapkan posisinya sebagai orkestrator utama dalam ekosistem dapur MBG.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi nasional, tetapi juga membangun sistem pangan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan di masa depan.

​Dengan adanya standarisasi ini, APPMBGI berharap seluruh SPPG di Indonesia dapat menjadi tolok ukur (benchmark) baru, dalam penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas tinggi bagi masyarakat. (*)

Comment