MENITNEWS.COM, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus memperkuat langkah strategis untuk meningkatkan posisi pasar modal Indonesia di mata internasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan pihaknya berencana melakukan pertemuan tatap muka langsung dengan manajemen Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Rencana ini menjadi bagian dari upaya proaktif OJK, dalam mengawal reformasi integritas pasar saham domestik agar tetap kompetitif dan kredibel di kancah global.
Friderica, yang akrab disapa Kiki, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan MSCI selama ini telah terjalin dengan baik.
Pertemuan mendatang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada lembaga indeks global tersebut, mengenai pembenahan yang tengah dilakukan Indonesia.
”Kami terus menjalin komunikasi dengan MSCI, dan insyaallah dalam waktu dekat kami juga akan bertemu langsung dengan mereka,” ujar Kiki, usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/4/2026).
Delapan Langkah Prioritas dan Pembentukan Satgas
Dalam upaya memulihkan kepercayaan publik dan investor, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO), telah menetapkan delapan langkah prioritas reformasi.
Fokus utama dari langkah-langkah OJK tersebut mencakup peningkatan keterbukaan informasi emiten, penguatan likuiditas pasar, dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran di pasar modal.
Guna memastikan agenda ini berjalan efektif, OJK juga menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk membentuk satuan tugas (task force) khusus.
”Kami membentuk task force bersama kementerian terkait dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya satu, mengawal reformasi integritas agar kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia kembali menguat,” tegas Kiki.
Pertemuan dengan MSCI dinilai sangat krusial, mengingat indeks MSCI sering menjadi acuan utama bagi manajer investasi global dalam mengalokasikan modal mereka.
Dengan memaparkan progres reformasi secara langsung, OJK berharap profil risiko pasar modal Indonesia semakin membaik, yang pada akhirnya dapat mendorong aliran modal asing (capital inflow) masuk lebih deras.
Langkah berani OJK ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan transparansi, yang selama ini menjadi perhatian serius para pelaku pasar global. (*)
Comment