MENITNEWS.COM, BOGOR — Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus mematangkan transformasi digital dalam pengelolaan sektor hortikultura.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) Pengisian Data Aplikasi KoltiTrace, dalam program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) yang berlangsung di Bogor, baru-baru ini.
Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan pilar penting dalam memperkuat tata kelola program yang lebih modern, efektif, dan akuntabel.
Melalui integrasi aplikasi KoltiTrace, seluruh proses pengumpulan hingga pengelolaan data lapangan kini didorong agar berjalan lebih cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Selain itu, ToT ini menjadi fondasi awal dalam membangun Project Management Information System (PMIS).
Sistem informasi modern ini dirancang untuk menyajikan pengelolaan data proyek secara akurat dan real-time.
Sistem Berbasis Mobile dan Web Untuk Pemantauan Ketat
Sebagai instrumen digital utama, KoltiTrace dirancang fleksibel agar bisa diakses melalui smartphone maupun komputer.
Versi Mobile: Digunakan oleh petugas untuk pengisian dan input data langsung dari lapangan.
Versi Web: Dioptimalkan untuk manajemen data, penyusunan laporan, serta monitoring kegiatan secara menyeluruh oleh pusat.

Demi memastikan implementasi berjalan mulus, agenda ToT ini menghadirkan langsung tim ahli dari PT Koltiva selaku pengembang aplikasi.
Kegiatan ini diikuti oleh Penanggung Jawab (PJ) Kabupaten dan PJ Komponen HDDAP.
Lewat pelatihan intensif ini, para peserta dipersiapkan menjadi fasilitator dan pendamping teknis di wilayah kerja masing-masing.
Kementan menyerap berbagai masukan dari lapangan untuk menyempurnakan fitur KoltiTrace, khususnya dalam mendukung fungsi monitoring, evaluasi, dan pelaporan terpadu.
Penerapan aplikasi KoltiTrace diharapkan mampu mendongkrak kualitas tata kelola proyek hortikultura secara signifikan.
Dengan data yang presisi, proses pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) dan efisiensi pelaporan dapat tercapai. Di sisi lain, sistem terintegrasi ini akan memperketat pengawasan program secara transparan demi menyukseskan target besar HDDAP.
Pelatihan berskala nasional ini dihadiri oleh pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari PT Koltiva, TRTA-ADB, Project Manager, PPK HDDAP, PMC Monitoring dan Evaluasi, tim pengawas internal, hingga tim data dan informasi Direktorat Jenderal Hortikultura.
Melalui sinergi ini, Kementan optimistis jaringan fasilitator yang kompeten akan segera terbentuk di berbagai daerah.
Jaringan inilah yang akan mengawal implementasi sistem digital HDDAP secara optimal demi mewujudkan tata kelola data hortikultura Kementan RI yang berkelanjutan. (*)
Comment