MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan Indonesia berada pada titik terkuatnya sepanjang sejarah. Dengan cadangan beras yang melimpah, pemerintah optimis mampu melewati ancaman cuaca ekstrem El Nino yang diprediksi akan melanda wilayah Nusantara tahun ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena mitigasi risiko telah disiapkan secara matang.
Cadangan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berdasarkan data kementerian, stok beras pemerintah saat ini menyentuh angka 4,5 juta ton. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah menjadi 5 juta ton dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu ke depan.
“Sekarang stok kita tertinggi selama Indonesia merdeka. Insya Allah, 10 hingga 20 hari ke depan akan mencapai 5 juta ton,” ujar Amran.
Jika dikombinasikan dengan sektor lain, total ketersediaan pangan nasional saat ini mencapai angka yang sangat aman, yakni sekitar 23,5 juta ton. Rinciannya meliputi:
-
12,5 juta ton stok di sektor Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe).
-
11 juta ton stok dari hasil produksi standing crop (tanaman yang siap panen).
Dengan total tersebut, kebutuhan pangan nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan, melampaui durasi puncak kekeringan El Nino yang diprediksi berlangsung selama 6 bulan.
Strategi “Perisai” Kekeringan
Belajar dari pengalaman El Nino tahun 2015, 2023, dan 2024, Kementerian Pertanian telah mengaktifkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ritme produksi di lahan petani:
-
Massifikasi Pompanisasi: Penambahan sekitar 40.000 unit pompa air untuk mengairi lahan-lahan terdampak kekeringan.
-
Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa: Perbaikan infrastruktur irigasi di lahan rawa untuk meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.
-
Modernisasi Irigasi: Memastikan distribusi air tetap lancar melalui perbaikan sistem pengairan di berbagai daerah sentra produksi.
“Kita sudah punya pengalaman mengelola El Nino Godzilla di tahun-tahun sebelumnya. Dengan sistem pompanisasi dan irigasi yang lebih baik sekarang, pertahanan kita jauh lebih kuat,” tambah Mentan.
Buah Kolaborasi dan Gagasan Besar
Mentan Amran menekankan bahwa kondisi pangan yang stabil di tengah memanasnya situasi geopolitik global merupakan hasil arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Keberhasilan ini diklaim sebagai buah dari kolaborasi solid antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan penuh dari TNI, Polri, dan Kejaksaan.
“Beras kita melimpah. Inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Kita berkolaborasi di bawah, bekerja bersama petani sebagai pahlawan pangan, sehingga hari ini kita bisa menikmati hasilnya dengan tenang,” tutupnya. (*)
Comment