Dongkrak Produksi, Mentan Amran Siapkan Tiga Strategi Menuju Swasembada Gula

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat membenahi karut-marut tata kelola gula nasional.

Melalui tiga strategi utama yakni bongkar ratun, pengendalian impor lewat kebijakan Lartas, serta revitalisasi industri, Pemerintah menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula konsumsi paling lambat tahun depan.

​Langkah strategis ini dipaparkan Mentan Amran usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Mentan Amran menegaskan bahwa, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir guna melindungi nasib petani tebu.

​1. Sektor Hulu: Subsidi Bongkar Ratun Rp1,7 Triliun

​Berdasarkan evaluasi nasional, Mentan mengungkapkan bahwa sekitar 70 hingga 80 persen tanaman tebu di Indonesia saat ini dalam kondisi tidak layak produksi.

Dari total 500 ribu hektare lahan tebu, lebih dari 300 ribu hektare di antaranya merupakan tanaman lama yang produktivitasnya telah menurun drastis.

​”Tidak mungkin produksi naik jika tanamannya sudah tua. Karena itu, kami anggarkan Rp1,7 triliun untuk program bongkar ratun secara bertahap,” ujar Amran.

​Pemerintah menargetkan revitalisasi lahan seluas 100 ribu hektare per tahun selama tiga tahun ke depan.

Dengan pembaharuan varietas dan penanaman ulang, efisiensi produksi diharapkan meningkat sehingga petani bisa kembali meraih keuntungan.

​2. Sektor Hilir: Kebijakan Lartas Tutup Celah ‘Rembesan’

​Di sektor hilir, Mentan Amran menyoroti adanya anomali pasar di mana gula lokal dan molase sulit terserap meskipun keran impor dibuka.

Ia mengungkap adanya temuan penyimpangan distribusi gula rafinasi (untuk industri), yang merembes ke pasar konsumsi di wilayah Jawa Tengah hingga Kalimantan Selatan.

​Dampaknya fatal, BUMN pangan seperti PTPN dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp600 miliar karena produknya kalah bersaing dengan gula rafinasi ilegal tersebut.

​”Solusinya, Bapak Presiden telah memerintahkan penerapan Larangan dan Pembatasan (Lartas). Aturannya sudah terbit. Kita harus memberi batasan tegas agar gula rafinasi tidak masuk ke pasar konsumsi,” tegas Mentan.

​3. Revitalisasi Industri dan Kolaborasi BUMN

​Strategi ketiga adalah revitalisasi industri gula secara besar-besaran. Amran menekankan pentingnya keterlibatan BUMN untuk mengontrol rantai distribusi agar lebih transparan dan efektif.

​Menurutnya, saat ini produksi gula konsumsi nasional berada di angka 2,6–2,7 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8–2,9 juta ton.

Dengan defisit yang hanya berkisar 100–200 ribu ton, Amran optimistis swasembada gula putih bisa tercapai dalam waktu dekat.

​”Kalau kita perbaiki tanaman secara konsisten selama tiga tahun, in Syaa Allah, swasembada gula konsumsi tercapai paling lambat tahun depan. Jangan ada lagi yang bermain-main dengan nasib petani kecil,” pungkasnya.

​Optimisme Mentan Amran ini, berkaca pada keberhasilan sektor beras. Dimana per April 2026, stok beras nasional tercatat mencapai 4,6 juta ton—level tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia. (*)

Comment