Inovasi Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Menuju Predikat Wilayah Bebas Korupsi 2025

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM, belum lama ini menjalani wawancara dengan Tim Penilai Nasional dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), sebagai bagian dari proses evaluasi untuk meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) tahun 2025.

​Shodiqin menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel telah melakukan berbagai upaya strategis untuk memastikan layanan publik berjalan transparan dan efektif.

“Kami telah memperkuat penanganan WBS (Whistleblowing System) dan pengaduan masyarakat, melalui kolaborasi tim pengelola website dan media sosial. Kami juga rutin mempublikasikan standar layanan setiap bulan, serta menyusun rekapitulasi pengaduan secara berkala setiap triwulan,” paparnya.

​Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan integritas pegawai, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel tidak berhenti berinovasi.

“Kami terus mematangkan inovasi yang telah dibangun dan disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja. Evaluasi efektivitas inovasi ini kami lakukan untuk memastikan upaya kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan, capaian kinerja, dan integritas pegawai,” ungkap Shodiqin.

​Berikut adalah 12 inovasi unggulan BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel yang menjadi pilar utama dalam transformasi pelayanan publik mereka:

​DASI PENTING (Dashboard Pemantauan dan Evaluasi Pendampingan Tematik Stunting): Sebuah dashboard terintegrasi untuk memantau dan mengevaluasi program pencegahan stunting.

​Aplikasi KADOREMAJA (Komunikasi AUDIO visual bagi REMAJA): Platform komunikasi audio-visual yang dirancang khusus untuk edukasi remaja.

​TIPS Stunting (Tudang Sipulung): Inovasi yang memfasilitasi pertemuan dan diskusi (Tudang Sipulung) terkait stunting.

​Lorong Remaja: Sebuah program yang berfokus pada pembinaan remaja di lingkungan lokal.

​Halo DAK (Harmonisasi Layanan Optimalisasi DAK): Layanan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).

​SIP Bangga Kencana/Mabaca Corner: Pojok literasi yang menyediakan informasi seputar program Bangga Kencana.

​Masippa (Manajemen Aset Instansi Pemerintah): Sistem manajemen aset yang bertujuan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan barang milik negara.

​Stunting Busters: Inisiatif yang berfokus pada pemberantasan stunting di berbagai wilayah.

​SMAP ISO 37001/Sapa-Ka’ (Sistem Pelaporan Gratifikasi): Sistem pelaporan yang mempermudah pegawai dan masyarakat untuk melaporkan indikasi gratifikasi sesuai standar internasional.

​Geser Unmet Need (Gerakan Sapu Unmet Need): Gerakan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang belum terlayani.

​Laramba (Layanan Program Bangga Kencana): Layanan terpadu untuk mempermudah akses masyarakat terhadap program Bangga Kencana.

​SULAP (Sistem Layanan Konsultasi Program): Sistem yang menyediakan layanan konsultasi program secara online atau tatap muka.

​Melalui berbagai inovasi ini, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, optimis dapat memenuhi kriteria penilaian untuk meraih predikat WBK 2025.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pelayanan publik yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada integritas adalah prioritas utama,” tutup Shodiqin. (del)

Comment