MENITNEWS.COM, TAKALAR — Upaya Pemerintah Kabupaten Takalar untuk menembus pasar internasional, kini memasuki babak baru.
Komoditas lawi-lawi (anggur laut) asal Kabupaten Takalar, disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia dan berpotensi besar menjadi komoditas ekspor unggulan ke China.
Hal tersebut terungkap saat Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar–China, Jenny Widjaya, melakukan peninjauan langsung ke kawasan pesisir Desa Punaga, Kecamatan Laikang, Jumat (3/4/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari pemetaan potensi daerah, untuk membuka akses investasi dan pasar global.
”Potensi Takalar sangat besar, mulai dari hasil laut, pertanian, hingga UMKM. Semua punya peluang untuk masuk pasar internasional,” ujar Jenny Widjaya, di sela-sela kunjungannya.
Lawi-Lawi Takalar Jadi Primadona
Fokus utama rombongan adalah melihat langsung budidaya rumput laut dan lawi-lawi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar, Nuriksan Nurdin, mengungkapkan bahwa LO Takalar-China memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas lawi-lawi dari perairan Takalar.
”Menurut beliau (Jenny Widjaya), lawi-lawi kita ini termasuk yang terbaik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” kata Nuriksan.
Selain lawi-lawi, sektor perikanan di TPI Beba Galesong Utara, Kabupaten Takalar, serta sektor pertanian melalui Sentra Penjualan Jagung Panaikang, juga turut ditinjau.
Jaringan luas yang dimiliki Jenny melalui IWAPI dan Kadin, diharapkan mampu mempercepat realisasi kontrak Kabupaten Takalar, dengan investor Luar Negeri.
Meski memuji kualitas produk, Jenny memberikan sejumlah catatan penting, agar produk Kabupaten Takalar mampu bersaing di level internasional.
Ada tiga poin utama yang ditekankan, agar produk Kabupaten Takalar mampu bersaing di Pasar Global yakni:
Kebersihan Lingkungan: Menjaga kebersihan pantai sangat krusial karena berdampak langsung pada kualitas biota laut.
Legalitas Produk: Penguatan izin dan aspek legal bagi produk UMKM agar bisa dipasarkan secara luas.
Standar Kemasan: Peningkatan kualitas pengemasan (packaging) agar sesuai dengan standar higienis global.
”Produk harus memenuhi standar global, baik dari sisi higienis maupun packaging agar bisa bersaing,” tegas Jenny.
Kunjungan yang didampingi oleh jajaran Kepala Dinas terkait dan Camat Laikang ini, diharapkan segera berlanjut ke tahap kerja sama konkret.
Pemerintah Kabupaten Takalar optimis, dengan dukungan investasi yang tepat, produk lokal mereka akan segera menghiasi Pasar Internasional, khususnya China. (*)
Comment