MENITNEWS.COM, RIAU — Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Dr. Hanif Faisol Nurrofiq, M.Hut, melakukan kunjungan kerja intensif ke Provinsi Riau pada Kamis, 30 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lapangan dan menyosialisasikan implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Lancang Kuning.
Wamenko meninjau pelaksanaan makan bergizi gratis di SMAN 1 dan MAN 2 Pekanbaru, Riau.
Salah satu fokus utama kunjungan adalah meninjau infrastruktur pertanian terpadu dan sistem inti-plasma yang dikembangkan bersama Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Riau.
Lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Kampung Wisata Tigadara di Desa Kubang Jaya, Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Kawasan seluas 170 hektare tersebut merupakan model pertanian terintegrasi yang mencakup budidaya maggot, peternakan ikan lele, patin, dan gabus, serta perkebunan buah-buahan seperti durian dan alpukat.

Di lokasi ini juga telah berdiri dua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang siap menyuplai kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat.
Sebelumnya pada Rabu, 29 April 2026, Asisten Deputi Kemenko Pangan, Sholeh, melakukan kunjungan ke Pertanian Terpadu Kubang Jaya, Kabupaten, Kampar, Provinsi Riau.
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa program MBG harus memberikan dampak ganda: meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Pemerintah berkomitmen memastikan bahan baku dapur MBG berasal dari produksi petani lokal melalui kemitraan inti-plasma yang kuat,” ujar Wamenko Pangan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD APPMBGI Provinsi Riau, Marwan Yohanis, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengawal rantai pasok pangan di wilayah tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pengusaha dapur dan petani lokal adalah kunci keberhasilan program ini.
”Kami di APPMBGI Riau berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap butir nasi dan lauk-pauk yang tersaji di meja makan anak-anak kita adalah hasil keringat petani Riau sendiri,” paparnya.

“Dengan sistem pertanian terpadu seperti di Tigadara ini, kita tidak hanya bicara soal ketersediaan pangan, tapi soal kemandirian dan kualitas gizi yang terjaga,” tegas Marwan Yohanis.
Sebelumnya, delegasi APPMBGI Riau juga telah merumuskan strategi rantai pasok pangan dalam National Summit 2026 di Jakarta.
Beberapa rekomendasi strategis yang diusung meliputi pengamanan stok berbasis produksi lokal, peningkatan standar keamanan pangan, serta penggunaan teknologi command center untuk memantau distribusi pangan secara real-time.
Kunjungan kerja Wamenko Pangan ini, diharapkan dapat mempercepat sinkronisasi antara kebijakan pusat dan eksekusi di daerah, sehingga program Makan Bergizi Gratis dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Riau secara luas dan berkelanjutan. (*)
Comment