MENITNEWS.COM, MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menerima kunjungan petugas sensus ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar di rumah jabatan gubernur, Senin (15/6/2026).
Dalam proses pendataan tersebut, SDK memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan petugas dengan mengacu pada data yang sebelumnya telah dilaporkan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Hari ini saya didatangi oleh petugas sensus ekonomi dari BPS Provinsi Sulbar. Banyak pertanyaan yang saya terima dan harus dijawab dengan jujur. Olehnya itu, saya jawab semua pertanyaannya dan saya sesuaikan dengan data-data yang juga saya kirim ke LHKPN KPK,” ujar SDK.
Menurutnya, kesesuaian antara data yang disampaikan kepada petugas sensus dan data yang telah dilaporkan kepada KPK menjadi bagian penting dalam menjaga akurasi informasi yang dikumpulkan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, petugas sensus juga menanyakan status rumah yang saat ini ditempatinya. SDK menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan rumah jabatan gubernur dan bukan aset pribadi.
“Saya sampaikan bahwa ini rumah jabatan, bukan rumah saya. Karena rumah jabatan, petugas tidak menanyakan lebih lanjut terkait nilai sewa maupun hal lainnya,” katanya.
SDK kemudian mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk bersikap terbuka dan memberikan informasi yang benar saat didatangi petugas sensus.
Menurutnya, keakuratan data yang diberikan masyarakat akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan dan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Saya kira seluruh masyarakat yang didatangi petugas sensus agar memberikan keterangan yang benar, jangan ditutup-tutupi. Dengan begitu, kebijakan-kebijakan yang nantinya diambil pemerintah berdasarkan data sensus ekonomi dapat lebih baik dan lebih tepat sasaran,” tegas Gubernur Sulbar.

Selain itu, Gubernur Sulbar juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran BPS yang telah menjalankan tugas pendataan secara profesional dan ramah kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, mengatakan pendataan terhadap Gubernur SDK menjadi bagian dari hari pertama pelaksanaan sensus ekonomi secara door-to-door di wilayah Sulawesi Barat.
Ia mengungkapkan bahwa selama proses wawancara berlangsung, Gubernur Sulbar memberikan informasi secara lengkap terhadap seluruh pertanyaan yang diajukan petugas.
“Hari ini hari pertama pendataan door-to-door. Kami sudah melakukan pendataan di kediaman Bapak Gubernur Sulbar dan beliau telah memberikan informasi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan petugas,” ujar Suri Handayani.
Menurutnya, data yang dikumpulkan dalam sensus ekonomi tidak hanya mencakup identitas dan kondisi keluarga, tetapi juga meliputi informasi mengenai aset serta aktivitas usaha yang dimiliki keluarga responden.
Suri Handayani turut mengapresiasi sambutan yang diberikan SDK selama proses pendataan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan Bapak Gubernur yang luar biasa ramah kepada kami dan memberikan data selengkap-lengkapnya kepada petugas. Ini menjadi contoh bagi masyarakat Sulbar agar menerima petugas sensus dan memberikan data sesuai keadaan yang sebenarnya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dalam memberikan informasi kepada petugas sensus karena seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Bagi masyarakat yang didatangi petugas, jangan khawatir. Data-data yang diberikan dilindungi oleh undang-undang sehingga aman,” tutup Suri Handayani. (*)
Comment