Sokong Kesejahteraan Petani Makassar, DP2 Rutin Gelar Pasar Tani di Awal 2026

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, secara konsisten terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal melalui program Pasar Tani.

Program ini dijadwalkan berlangsung rutin dua kali setiap bulan sepanjang tahun 2026, sebagai wadah mempertemukan produsen pangan langsung dengan konsumen.

​Melalui pantauan di lokasi, Pasar Tani menyajikan beragam produk segar berkualitas, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, hingga aneka produk olahan pangan hasil kreativitas Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kehadiran pasar ini menjadi angin segar bagi warga Makassar, yang mendambakan bahan pangan segar dengan harga yang lebih kompetitif.

​Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memangkas rantai distribusi sehingga keuntungan bagi petani bisa lebih maksimal.

​”Kegiatan Pasar Tani ini merupakan yang ketiga kalinya di tahun 2026. Kami laksanakan rutin setiap bulan, yakni pada minggu pertama di lokasi Car Free Day Sudirman, dan minggu ketiga di kantor gabungan dinas,” jelas Kepala DP2 Makassar, Aulia Arsyad.

“Ini adalah sarana bagi teman-teman pelaku urban farming, baik dari sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan, untuk memasarkan hasil panen mereka secara langsung,” ujar Kepala DP2 Makassar, Aulia Arsyad, Rabu (6/5/2026)

​Ia menambahkan bahwa, partisipasi kelompok tani terus meningkat. Saat ini terdapat 26 peserta yang terlibat, terdiri dari berbagai kelompok tani dan kelompok pengolah hasil perikanan.

Menariknya, produk-produk dari Pasar Tani ini juga telah merambah pasar yang lebih luas melalui kolaborasi dengan jejaring ritel seperti SPPG di Kota Makassar.

​Program DP2 Makassar ini, diharapkan tidak hanya menjadi solusi ekonomi bagi petani, tetapi juga mempermudah masyarakat mendapatkan asupan bergizi seimbang, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal di Kota Makassar. (*)

Comment