MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), memulai tahap krusial perbaikan ruas Jalan Aroepala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Fokus utama pengerjaan saat ini adalah percepatan pembangunan sistem drainase, menggunakan beton pracetak (U-Ditch) guna memastikan ketahanan jalan jangka panjang.
Proyek ini merupakan bagian dari skema Multi Years Project (MYP) yang menjadi prioritas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan warga, terkait kondisi jalan yang kerap rusak akibat sistem pembuangan air yang buruk.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa, pemasangan U-Ditch di sepanjang 1,8 kilometer ruas jalan tersebut adalah fondasi awal sebelum dilakukan peningkatan struktur badan jalan.
“Progres pemasangan precast U-Ditch ini sangat vital. Kita perbaiki sistem drainasenya dulu supaya nantinya tidak ada lagi genangan air yang merusak aspal. Jika air lancar, usia jalan akan jauh lebih lama,” ujar Andi Sudirman, Selasa (5/5/2026).
Pengerjaan Jalan Aroepala masuk ke dalam Paket 1 Multi Years Contract (MYC) 2025–2027. Paket raksasa senilai Rp430 miliar ini mencakup perbaikan 13 ruas jalan strategis yang tersebar di empat kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Kondisi Jalan Aroepala, terutama di perbatasan Makassar–Gowa, memang menjadi sorotan dalam dua tahun terakhir.
Kerusakan jalan berupa lubang besar seringkali memicu kecelakaan bagi pengendara motor.
Halim Syam, seorang pedagang di kawasan tersebut, menyambut baik langkah pemerintah. Menurutnya, air yang meluap ke jalan saat hujan adalah musuh utama aspal di wilayah itu.
“Kalau drainase buntu, air meluber ke jalan dan aspal cepat keropos. Kami berharap perbaikan ini permanen dan kualitasnya bagus, supaya masyarakat yang melintas merasa aman,” ungkap Halim.
Seiring dengan masifnya aktivitas konstruksi di badan jalan, Pemprov Sulsel memohon maaf kepada para pengguna jalan atas gangguan arus lalu lintas yang terjadi.
Alat berat dan material bangunan memerlukan ruang yang cukup luas di bahu jalan.
“Mohon dukungan dari masyarakat, khususnya warga di sepanjang ruas jalan, untuk memberikan ruang bagi pekerja konstruksi. Kami berupaya menyelesaikan ini secepat mungkin demi kenyamanan bersama,” pungkas Andi Sudirman.
Setelah sistem drainase rampung, tahap selanjutnya adalah peningkatan badan jalan dengan kombinasi aspal dan beton (rigid pavement).
Upaya Pemprov Sulsel ini, diharapkan mampu menekan biaya pemeliharaan rutin dan memperlancar akses ekonomi antara Kota Makassar dan wilayah penyangganya. (*)
Comment