MENITNEWS.COM, SOROWAKO — PT Vale Indonesia Tbk (Vale) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui penyelenggaraan UMKM Learning & Excellence Award 2026.
Kegiatan yang berpusat di Blok Sorowako ini menjadi ajang apresiasi sekaligus ruang pembelajaran bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan perusahaan.
Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 139 pelaku usaha dari 8 kelompok UMKM telah mendapatkan pendampingan intensif.
Memasuki kuartal pertama tahun 2026, program ini mengalami ekspansi signifikan dengan bertambahnya jumlah kelompok binaan menjadi 14 kelompok.
Fokus utama pendampingan meliputi penguatan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), inovasi produk, serta perluasan jejaring pemasaran digital.
Vanda Kusumaningrum, Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan investasi sosial jangka panjang perusahaan.

Program UMKM Learning & Excellence Award PT Vale Indonesia ini, bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang PT Vale Indonesia, untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan tangguh.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran operasional perusahaan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan membekali UMKM melalui literasi keuangan digital dan standar kualitas produk yang tinggi, kita sedang menyiapkan mereka untuk mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tapi juga nasional,” ujar Vanda.
Kepala Dinas Operasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, turut memberikan apresiasi.
Menurutnya, pendampingan PT Vale sangat membantu pelaku usaha dalam memahami proses administrasi, yang berdampak pada peningkatan kinerja usaha yang signifikan di wilayah Malili, Wasuponda, Nuha, dan Towuti.
Melalui sesi Learning, pelaku UMKM diajarkan strategi branding dan pentingnya membangun jejaring usaha.
Kolaborasi lintas sektor antara PT Vale Indonesia, pemerintah, dan komunitas menjadi kunci utama agar dampak ekonomi yang dihasilkan mampu menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah pemberdayaan. (*)
Comment