MENITNEWS.COM, POLMAN — Dalam rangka menekan perluasan serangan penyakit Vascular Streak Diebak (VSD) pada komoditi kakao di kebun Induk Batu Panga Da’ala, UPTD Balai Proteksi dan Perbenihan melakukan penyemprotan insektisida, fungisida dan pengaplikasian pupuk NPK kristalon pada Selasa, 3 Maret 2026 di Kebun Induk Batu Panga Daala, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Pengaplikasian insektisida, fungisida dan pupuk NPK kristalon dilakukan pada tanaman yang terserang penyakit dan pada tanaman sehat untuk mencegah semakin luasnya serangan penyakit VSD pada pertanaman kakao.
Langkah ini sebagai upaya penguatan sektor perkebunan yang merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Kegiatan ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur, Salim S. Mengga, pada poin mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Sabriani selaku Kepala Seksi Perbenihan UPTD Balai Proteksi dan Perbenihan Dinas Perkebunan Daerah Sulawesi Barat, mengungkapkan bahwa kegiatan pengendalian sekaligus pencegahan ini sangat perlu dilakukan.
Dalam upaya menjaga produksi dan produktivitas tanaman kakao, serta sebagai bentuk perawatan rutin dilakukan UPTD Balai Proteksi dan Perbenihan pada pertanaman kakao.
“Kita lakukan pengendalian dan pencegahan VSD agar dapat menekan semakin luasnya serangan agar tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada produksi dan produktivitas kakao kedepannya,” ungkap Sabriani.
Penyemprotan insektisida, fungisida dan pupuk NPK kristalon dilakukan dengan takaran yang sesuai dosis kebutuhan pertanaman untuk menghidari resistensi pada tanaman sehingga penggunaannya tetap mengutamakan 5T, yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara.
Di tempat berbeda, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin menegaskan bahwa, pihaknya akan terus berupaya mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditi perkebunan Sulawesi Barat.
Salah satunya UPTD Balai Proteksi dan Perbenihan memonitoring serta mendorong pelaksanaan pengendalian hingga di tingkat Kelompok Tani. (*)
Comment