MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan di level nasional.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Sulsel tercatat sebagai provinsi terbaik kedua setelah Jawa Barat dalam keberhasilan menurunkan angka stunting.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Deputi Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kemendukbangga/BKKBN RI, Dr. Ukik Kusuma Kurniawan, SKM., MPS., MA, di sela-sela Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana 2026 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (3/3/2026).
Capaian 4,1 Persen yang “Fenomenal”
Menurut Dr. Ukik, progres yang ditunjukkan Sulawesi Selatan merupakan salah satu yang paling signifikan di Indonesia.
Penurunan Drastis: Sulsel berhasil menekan angka stunting hingga 4,1 persen.
Peringkat Nasional: Menempati posisi terbaik kedua setelah Jawa Barat.
Faktor Kunci: Keberhasilan ini disebut berkat kolaborasi lintas stakeholder yang solid serta suksesnya implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
”Penurunan 4,1 persen ini sangat fenomenal di Indonesia. Progres Sulsel sangat bagus, terutama didukung oleh program MBG yang juga menjadi salah satu yang terbaik,” ujar Dr. Ukik, yang didampingi Kepala BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM.

Investasi Generasi Emas: Anggaran Rp58 Miliar
Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa perjuangan melawan stunting adalah “investasi leher ke atas” untuk menjamin masa depan bangsa.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Provinsi Sulsel telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp58 Miliar khusus untuk percepatan penanganan stunting.
”Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak Generasi Emas. Tantangannya memang berat, namun jika kita berhasil, ini adalah tabungan masa depan sekaligus ladang pahala yang besar karena kita menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” ungkap Andi Sudirman.
Peran Ibu dan Pendampingan Aktif
Gubernur juga menekankan bahwa urusan stunting bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan aksi nyata di lapangan. Ia meminta keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat, terutama para ibu.
Edukasi Keluarga: Ibu-ibu diharapkan menjadi garda terdepan dalam memperhatikan asupan gizi.
Pendampingan Intensif: Program pendampingan harus menyentuh akar rumput agar intervensi gizi tepat sasaran.
Sinergi Berkelanjutan: Rakorda tahun 2026 ini diharapkan melahirkan strategi baru yang lebih efektif untuk tahun-tahun mendatang.
”Semoga dengan koordinasi ini, kita bisa menghasilkan output yang lebih baik lagi. Kolaborasi adalah kunci utama untuk memaksimalkan penanganan di seluruh pelosok Sulsel,” tutup Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. (*)
Comment