MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Dukungan publik terhadap rencana Pemerintah Kota Makassar, dalam mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) terus menguat.
Berdasarkan hasil survei terbaru, mayoritas masyarakat menyetujui proyek ini ditempatkan di kawasan TPA Tamangapa Antang.
Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras Md, mengungkapkan bahwa legitimasi publik terhadap proyek ini sangat tinggi.
Hal ini merujuk pada survei yang dilakukan pada Februari 2026 dengan melibatkan 600 responden di seluruh wilayah Kota Makassar, dengan Multi Stage Random Sampling. Margin of Error: ±4,08%, dan tingkat kepercayaan: 95%.
”Hasil survei kami menunjukkan 84 persen masyarakat menyatakan setuju agar proyek PSEL segera dituntaskan. Hanya 3,8 persen yang tidak setuju, sementara sisanya tidak memberikan jawaban,” ujar Ras Md dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
TPA Antang Pilihan Utama Masyarakat
Selain menyetujui keberlanjutan proyek, survei PPI juga memotret preferensi lokasi. Sebanyak 43,3 persen responden memilih TPA Tamangapa Antang sebagai lokasi yang paling tepat untuk pembangunan fasilitas PSEL.
Angka ini jauh mengungguli opsi lokasi lain seperti kawasan Tamalanrea yang hanya didukung oleh 27,3 persen responden, sementara 6 persen memilih lokasi alternatif lainnya.
”Tingginya angka persetujuan ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah kota untuk memastikan program strategis ini berjalan optimal di jalur yang tepat,” tambah Ras Md.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pilihan memusatkan PSEL di TPA Antang, didasarkan pada pertimbangan teknis dan efisiensi anggaran.
Pria yang akrab disapa Appi ini menjelaskan, membangun PSN PSEL di lokasi eksisting akan jauh lebih hemat dibandingkan membuka lahan baru.
”Kalau kita bangun PSN PSEL di lokasi baru, tentu ada biaya tambahan yang besar untuk transportasi sampah. Di TPA Antang, biaya pengangkutan bisa ditekan dan lebih terkontrol karena sampahnya sudah ada di sana,” jelas Munafri, usai mengikuti Rakortas bersama Menko Pangan di Jakarta.
Selain efisiensi logistik, Munafri memaparkan beberapa keunggulan teknis TPA Antang:
Keamanan Sosial: Masyarakat sekitar sudah terbiasa dengan fungsi lahan sebagai tempat pengelolaan sampah, sehingga meminimalisir konflik sosial.
Akses Sumber Air: Lokasi tersebut dekat dengan Sungai Kajenjeng (sekitar 1 km), yang memenuhi syarat teknis kebutuhan air untuk operasional PSEL.
Mitigasi Lingkungan: Mengurangi tumpukan sampah yang selama ini membebani TPA secara konvensional.
Meski PSEL diprediksi hanya mampu menangani sekitar 14 hingga 15 persen dari total volume sampah kota, Munafri menilai proyek ini adalah langkah awal yang krusial.
Ia berkomitmen agar pengelolaan sampah di Makassar tidak lagi sekadar “buang dan tumpuk”, melainkan diolah menjadi sumber daya bernilai ekonomis.
Munafri menambahkan bahwa PSN PSEL adalah solusi ampuh, namun harus tetap dibarengi dengan langkah paralel seperti prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga,” pungkasnya.
Dengan dukungan publik mencapai 84 persen, Pemkot Makassar kini fokus pada percepatan realisasi PSN PSEL agar transformasi menuju kota bersih dan mandiri energi dapat segera terwujud. (*)
Comment