MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pada tahun 2026 ini, Bank Sulselbar semakin memperkokoh posisinya sebagai lokomotif ekonomi regional, dengan fokus pada transformasi digital dan ekspansi layanan syariah.
Upaya ini membuahkan hasil signifikan, dimana aplikasi mobile banking Bank Sulselbar baru saja dinobatkan sebagai yang terbaik di kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Selain keunggulan teknologi, Bank Sulselbar konsisten memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda) di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.
Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan masif terhadap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Salah satunya melalui pelaksanaan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan penyediaan layanan keuangan syariah yang lebih inklusif.
Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perseroan untuk menghadirkan ekosistem perbankan yang aman dan inovatif.
”Kami sangat bersyukur atas apresiasi terhadap layanan mobile banking kami. Fokus utama Bank Sulselbar di tahun 2026 adalah memastikan nasabah mendapatkan pengalaman digital terbaik dengan standar keamanan tertinggi,” terang Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, Minggu (5/4/2026).
“Kami juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran KUR tepat sasaran demi pertumbuhan ekonomi lokal,” tambah Hartani.
Di sisi lain, seiring dengan peningkatan layanan digital, Bank Sulselbar juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak penipuan.
Pihak manajemen Bank Sulselbar, memperingatkan nasabah agar berhati-hati terhadap munculnya akun-akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Bank Sulselbar.
”Keamanan nasabah adalah prioritas utama. Kami terus memperkuat infrastruktur IT dan mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan data pribadi kepada pihak mana pun yang menggunakan akun tidak resmi,” kata Hartani mengingatkan.
Melalui langkah strategis ini, Bank Sulselbar optimis dapat terus menjadi mitra terpercaya bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat luas dalam mendorong inklusi keuangan di Sulawesi Selatan dan Barat. (*)
Comment