OJK Sulselbar Sebut Penyaluran KUR di Sulsel Tembus Rp16,83 Triliun

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Data Kantor Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OjK Sulselbar) mencatat, penyaluran KUR di Provinsi Sulsel masih didominasi segmen mikro.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga 31 Desember 2025 lalu, mencapai Rp16,83 triliun dan dinikmati 283.989 debitur.

KUR merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.

Hal ini menunjukkan KUR efektif sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM.

“Penyaluran KUR didominasi oleh segmentasi mikro,” sebut Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, Sabtu (10/1/2026).

KUR Mikro mendominasi penyaluran dengan nilai mencapai Rp13.18 triliun atau 78,28 persen, dengan jumlah debitur sebanyak 262.941 orang.

Selanjutnya, KUR Kecil tercatat sebesar Rp3.339 miliar, Supply Rumah Rp210 miliar, Demand Rumah Rp53 miliar.

Sesuai Data OJK Sulselbar, untuk KUR Khusus (KUA) sebesar Rp37 miliar, Super Mikro Rp16 miliar, dan KUR TKI Rp2 miliar.

Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran KUR terbesar mengalir ke sektor pertanian dengan nilai Rp8.459 miliar atau 50,26 persen.

Disusul sektor perdagangan sebesar Rp5.117 miliar atau 30,40 persen, serta jasa kemasyarakatan sebesar Rp1.123 miliar atau 6,68 persen.

Sementara dari sisi penyaluran KUR per Kabupaten/Kota, Kabupaten Bone menempati urutan pertama sebesar Rp1.738 miliar.

Kabupaten Selayar berada di urutan terakhir penyaluran KUR yang hanya sebesar Rp132 miliar.

Berikut Data OJK Sulselbar Penyaluran KUR per Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan (Dalam Miliar Rupiah):

1. Bone: Rp1.738 miliar

2. Makassar: Rp1.647 miliar

3. Gowa: Rp1.274 miliar

4. Wajo: Rp1.128 miliar

5. Bulukumba: Rp1.039 miliar

6. Pinrang: Rp861 miliar

7. Luwu Utara: Rp742 miliar

8. Luwu Timur: Rp728 miliar

9. Luwu: Rp721 miliar

10. Sinjai: Rp661 miliar

11. Sidenreng Rappang: Rp635 miliar

12. Jeneponto: Rp630 miliar

13. Soppeng: Rp600 miliar

14. Maros: Rp574 miliar

15. Pangkajene dan Kepulauan: Rp544 miliar

16. Takalar: Rp540 miliar

17. Enrekang: Rp495 miliar

18. Tana Toraja: Rp438 miliar

19. Barru: Rp430 miliar

20. Bantaeng: Rp383 miliar

21. Toraja Utara: Rp336 miliar

22. Parepare: Rp283 miliar

23. Palopo: Rp276 miliar

24. Kepulauan Selayar: Rp132 miliar. (*)

Comment