MENITNEWS.COM, MAMUJU — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), resmi mengintensifkan program edukasi digital bagi masyarakat.
Langkah strategis ini diambil, guna membentengi publik dari ancaman kejahatan siber, terutama praktik phishing yang kian meresahkan.
Dalam rapat internal yang digelar di Kantor DiskominfoSS Sulbar, Senin (13/4/2026), Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin sekadar reaktif.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak proaktif, dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan berkelanjutan.
”Ruang digital saat ini adalah ladang rawan kejahatan siber. Setiap bidang di KominfoSS harus mengambil peran nyata untuk memperkuat literasi digital masyarakat secara konsisten,” tegas Ridwan.
Ridwan menyoroti maraknya modus penipuan phishing, yang sering mengecoh pengguna internet.
Menurutnya, edukasi mengenai cara kerja pelaku kejahatan siber harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana, namun masif agar mudah diserap oleh berbagai lapisan masyarakat.
Beberapa poin utama dalam penguatan literasi ini meliputi:
Identifikasi Modus: Mengenali link palsu dan pesan mencurigakan.
Keamanan Data: Pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi.
Adaptasi Komunikasi: Menyesuaikan konten edukasi dengan karakter pengguna media sosial saat ini.
Upaya masif ini selaras dengan kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama.
Dimana keamanan digital, menjadi pilar penting untuk mewujudkan layanan yang transparan dan responsif.
”Dengan strategi komunikasi yang lebih adaptif, kami optimistis masyarakat Sulbar akan semakin cerdas memilah informasi dan terhindar dari jeratan kejahatan digital,” pungkas Kepala Dinas Kominfo Sulbar, Ridwan. (*)
Comment