Kabar Baik! Tahun Depan, Disdik Makassar Tambah Sekolah PAUD di Tamalanrea dan Bangun Sekolah Percontohan di Mariso

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik), berencana menambah satu unit sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Tamalanrea, serta membangun sekolah percontohan di Kecamatan Mariso pada tahun 2026 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar dalam peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Kota Daeng.

Pembangunan sekolah ini juga sejalan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA)  dalam memperluas layanan pendidikan, khususnya pada jenjang PAUD dan Sekolah Menengah.

“PAUD Negeri akan kami bangun di Kecamatan Tamalanrea, melengkapi yang sudah ada di Tamalate, Mariso, Manggala, Rappocini, dan Biringkanaya. Ini bagian dari program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari jenjang PAUD,” ungkap Achi, Sabtu (6/12/2025).

Selain itu, Pemkot Makassar juga akan membangun satu sekolah percontohan di Kecamatan Mariso.

Dikatakan Achi, pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan zonasi dan aksesibilitas siswa di wilayah Mariso.

“Anak-anak di Mariso saat ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk menjangkau SMP seperti SMP 1, SMP 2, SMP 3, dan SMP 6. Dengan adanya sekolah percontohan di Mariso, kami harap layanan pendidikan semakin merata,” tutur Achi.

Sekolah percontohan ini diharapkan menjadi model unggulan dalam hal kualitas pendidikan, kemampuan siswa, dan pengembangan keterampilan.

“Kami ingin sekolah ini menjadi proyek nyata yang menunjukkan keunggulan dari berbagai aspek,” jelas mantan Kepala DPPPA Makassar ini.

Terkait sarana dan prasarana sekolah di Makassar, Achi menyampaikan bahwa pihaknya tengah memetakan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.

Beberapa sekolah telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi melalui APBD maupun dana dari Kementerian Pendidikan.

“Kami targetkan pada 2026 jumlah sekolah yang mendapatkan perbaikan akan lebih banyak dibandingkan tahun 2025,” terang Achi.

Selain PAUD, beberapa SD dan SMP juga masuk dalam daftar usulan perbaikan infrastruktur.

Achi berharap proses pengusulan sekolah perbaikan masih berlangsung dan diharapkan dapat terealisasi sesuai rencana.

“Ada beberapa yang diusulkan saat ini, baik melalui apbd maupun melalui dana dari kementerian pendidikan. Ini masih dalam proses mengusulkan dan kalau untuk apbd ada beberapa sekolah yang masuk dalam perbaikan sarana dan prasarana baik untuk jenjang PAUD maupun SD dan SMP,” pungkasnya. (*)

Comment