MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menghadirkan delegasi dari 17 negara dalam ajang Asia-Pacific Regional Summit in Conjunction with 3rd International Dental Summer Course 2026, yang dirangkaikan dengan 9th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition (HDSC) 2026.
Kegiatan bertaraf internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22–26 Juli 2026 di Kota Makassar.
Persiapan pelaksanaan agenda akademik internasional itu dibahas dalam audiensi antara jajaran FKG Unhas dan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Senin (15/6/2026).
Rombongan FKG Unhas dipimpin Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, drg. Acing Habibie Mude, Ph.D., Sp.Pros., Subsp.OGST(K). Turut hadir Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi drg. Zilal Islamy Paramma, Sp.Ort(K), Ketua Pengelola Kelas Internasional drg. Andi Sri Permatasari, Sp.KGA, serta sejumlah dosen dan perwakilan mahasiswa.
Dalam pertemuan tersebut, drg. Acing menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota Makassar dapat memberikan dukungan sekaligus menyambut secara resmi para delegasi internasional yang akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, forum ini merupakan agenda akademik internasional terbesar yang diselenggarakan FKG Unhas sepanjang tahun 2026.
Selain menjadi wadah diskusi ilmiah, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai negara.
“Forum ini menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang kedokteran gigi,” ujarnya.
Sebanyak 17 negara dipastikan ambil bagian dalam kegiatan tersebut, yakni Pakistan, Aljazair, Mongolia, Turki, Makedonia Utara, Prancis, Kanada, Rumania, Irak, Polandia, Uni Emirat Arab, Kamboja, Tunisia, Palestina, Yordania, Mesir, dan Indonesia.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas konsistensi FKG Unhas dalam menghadirkan forum akademik bertaraf internasional di Kota Daeng.
Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya meningkatkan reputasi institusi pendidikan, tetapi juga memperkuat posisi Makassar sebagai kota pendidikan dan pusat kolaborasi global di kawasan timur Indonesia.
“Kami tentu mendukung penuh kegiatan seperti ini. Apalagi FKG Unhas telah beberapa kali sukses menyelenggarakan kegiatan internasional yang menghadirkan peserta dari berbagai negara. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Makassar,” kata Munafri.
Ia menilai kehadiran delegasi dari berbagai negara akan memberikan dampak positif terhadap promosi Kota Makassar di tingkat internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.
Selain itu, Munafri juga mendorong agar program pengabdian masyarakat dan pelayanan kesehatan gigi yang selama ini dijalankan FKG Unhas, khususnya di wilayah kepulauan, dapat terus diperluas.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Asia-Pacific Regional Summit dan International Dental Summer Course 2026, FKG Unhas berharap dapat semakin memperkuat posisi Makassar sebagai pusat kegiatan akademik internasional serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, dan diplomasi pendidikan di tingkat global. (*)
Comment