Bank Sulselbar Cabang Pangkep Dorong Literasi Keuangan dan Edukasi Warga Pulau Sabutung Terkait Bahaya Pinjol

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​PANGKEP — Bank Sulselbar Cabang Pangkep menunjukkan komitmen nyata dalam menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pelosok kepulauan.

Melalui program bertajuk “Bank Sulselbar Cabang Pangkep Goes to Sabutung Island”, lembaga keuangan daerah ini menggelar sosialisasi dan edukasi literasi keuangan strategis bagi warga di Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

​Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini, mengusung tema besar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) 2026: “Cerdas Literasi Keuangan, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”.

Salah satu fokus utama yang menjadi sorotan dalam edukasi ini adalah sosialisasi bertajuk “Bijak Berutang (Pinjaman Online)”.

​Berdasarkan pantauan, tim Bank Sulselbar beserta rombongan bertolak menuju lokasi menggunakan kapal penyeberangan KMP Arwana.

Setibanya di pulau, rombongan Bank Sulselbar disambut hangat oleh pemerintah desa setempat serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat yang mendominasi jalannya forum.

​Pemimpin Bank Sulselbar Cabang Pangkep mengungkapkan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi kuat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan.

​”Melalui sosialisasi literasi keuangan dan edukasi ‘Bijak Berutang’ ini, kami berharap dapat memperluas pemahaman keuangan masyarakat yang ada di wilayah kepulauan. Kami ingin memastikan mereka mampu mengelola keuangan dengan bijak serta terhindar dari jeratan investasi bodong maupun modus penipuan pinjaman online (pinjol) ilegal yang marak terjadi,” jelasnya dalam pemaparan materi.

​Selain memberikan edukasi mengenai cara mengidentifikasi pinjol resmi yang terdaftar di OJK, Bank Sulselbar juga memperkenalkan berbagai solusi keuangan formal yang aman dan fleksibel bagi pelaku usaha mikro.

Salah satunya adalah pemaparan mengenai program “Kredit Multiguna” dari Bank Sulselbar yang dirancang dengan bunga ringan serta proses cepat guna mempermudah pertumbuhan ekonomi lokal tanpa harus terjebak oleh skema pinjaman informal yang merugikan.

​Masyarakat dan perangkat desa Pemdes Mattiro Ujung tampak sangat antusias mengikuti jalannya pemaparan, yang dibuktikan dengan sesi tanya jawab yang interaktif seputar pengelolaan keuangan keluarga dan legalitas lembaga pembiayaan.

Melalui edukasi yang masif dan inklusif ini, Bank Sulselbar berharap indeks literasi serta inklusi keuangan masyarakat kepulauan di Kabupaten Pangkep, dapat meningkat secara signifikan demi menyongsong kesejahteraan ekonomi yang lebih stabil. (*)

Comment