​Jejak Kemanusiaan Dari Luwu Timur: Masya Allah! Bupati Ibas Bangun Dua Masjid Untuk Rakyat Aceh Tamiang

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​ACEH — Jarak ribuan kilometer antara Sulawesi Selatan dan Serambi Mekkah, Aceh, tak menjadi penghalang bagi rasa persaudaraan.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (yang akrab disapa Bupati Ibas), menunjukkan aksi nyata kemanusiaan dengan mengunjungi langsung para pengungsi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, pada Minggu (4/1/2026) lalu.

​Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Selain membawa bantuan logistik, Bupati Ibas membawa “hadiah” yang akan membekas dalam waktu lama: pembangunan dua buah masjid di wilayah terdampak.

​Sambutan Hangat di Tanah Rencong

​Setibanya di lokasi, rombongan dari Bumi Batara Guru ini disambut langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan Ketua PKK setempat.

Sinergi antar-Pemerintah Daerah ini memperlihatkan betapa kuatnya solidaritas antardaerah di Indonesia saat menghadapi masa sulit.

​”Alhamdulillah, kami disambut hangat oleh keluarga besar di Aceh Tamiang. Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan moral dan nyata bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji bencana,” ujar Bupati Ibas.

​Membangun Kembali Rumah Ibadah

​Salah satu momen paling emosional dalam kunjungan ini adalah prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid. Masjid ini nantinya akan diberi nama Masjid Luwu Timur, sebagai simbol persahabatan abadi antara masyarakat Luwu Timur dan Aceh Tamiang.

​Tujuan: Membantu masyarakat agar bisa kembali beribadah dengan nyaman dan khusyuk.

​Target: Pembangunan 2 unit masjid di titik strategis.

​Dukungan: Melibatkan berbagai pihak dan mitra yang peduli terhadap pemulihan pascabencana.

​Lebih Dari Sekadar Bantuan Fisik

​Selain fokus pada pembangunan infrastruktur religi, Bupati Ibas dan rombongan juga menyisir posko-posko pengungsian. Mereka membagikan kebutuhan pokok secara langsung untuk meringankan beban harian para pengungsi.

​Aksi ini membuktikan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang hadir di tengah-tengah rakyat, bahkan melampaui batas wilayah administratifnya demi nilai-nilai kemanusiaan. (*)

Comment