MENITNEWS.COM, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan strategis ini berlangsung di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, pada Rabu (8/4/2026).
Forum tahunan ini menjadi wadah konsolidasi untuk menyelaraskan kebijakan daerah, menyinergikan program lintas sektor, serta memastikan perencanaan pembangunan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan fase krusial. Tahun tersebut merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025-2029 yang mengusung visi “Bersama Menuju Gowa Lebih Baik dan Berkelanjutan.”
“Ini adalah momentum penting untuk mempercepat capaian target pembangunan sekaligus memperkuat fondasi menuju visi besar Gowa Emas 2045. Perencanaan harus adaptif, terintegrasi, dan mampu menjawab isu strategis secara terukur,” ujar Bupati Talenrang.
Untuk tahun 2027, Pemkab Gowa menetapkan tema: “Transformasi Sosial dan Ekonomi melalui Peningkatan Kualitas Layanan Publik, Pemberdayaan Ekonomi Produktif, dan Penguatan Infrastruktur Dasar untuk Pemerataan Pembangunan.”
Fokus utama kebijakan ini mencakup peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan sektor ekonomi produktif, serta percepatan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Gowa guna memastikan keadilan pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gowa memaparkan tren positif indikator makro pembangunan tahun 2025:
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat dari 73,01 (2024) menjadi 74,22 (2025).
Pertumbuhan Ekonomi: Melonjak tajam ke angka 7,05 persen, melampaui rata-rata Sulawesi Selatan (5,24 persen) dan Nasional (5,01 persen).
Angka Kemiskinan: Berhasil ditekan dari 6,86 persen menjadi 6,64 persen.

Kesehatan & Pendidikan: Usia Harapan Hidup naik menjadi 74,42 tahun dan Harapan Lama Sekolah menyentuh angka 13,72 tahun.
“Meski capaian ini membanggakan, kita tidak boleh berpuas diri. Tantangan ke depan lebih kompleks, maka pembangunan harus tetap inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ketua DPRD Gowa, Fahmi Adam, yang turut hadir dalam forum tersebut menyampaikan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Ia menekankan bahwa, Pokir merupakan representasi suara rakyat dari hasil reses yang wajib diintegrasikan ke dalam RKPD.
“Integrasi Pokir ke RKPD adalah keharusan agar pembangunan berpihak pada rakyat, mulai dari infrastruktur hingga ekonomi kerakyatan,” kata Fahmi.
Senada dengan itu, Kepala Bappeda Gowa, Sujjadan, menjelaskan bahwa Musrenbang ini bertujuan menghimpun masukan partisipatif dari seluruh pemangku kepentingan guna menyempurnakan rancangan RKPD 2027.
Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada instansi dengan perencanaan terbaik tahun 2026.
Kecamatan Terbaik: Somba Opu, Bajeng, Barombong, Biringbulu, Parangloe, dan Bontomarannu.
SKPD Terbaik: Bapenda, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas Perikanan, BPKD, Dinas PPPA, dan Dinas PUPR Gowa.
Kegiatan Musrenbang RKPD 2027 ini dihadiri sekitar 250 peserta, termasuk jajaran Forkopimda, Akademisi, Tokoh Masyarakat, serta perwakilan kelompok perempuan, disabilitas, dan anak. (*)
Comment