MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas), kembali mempertegas posisinya sebagai institusi riset unggulan di Indonesia.
Sebanyak 201 proposal dari Sivitas Akademika Unhas, berhasil dinyatakan lolos pendanaan dalam program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah BIMA Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026.
Prestasi ini terbilang impresif, karena Unhas berhasil meraih pendanaan pada seluruh skema yang ditawarkan dalam Klaster Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) Kluster Mandiri.
Hal ini membuktikan bahwa, kekuatan riset multidisiplin yang merata di berbagai lini keilmuan.
Berdasarkan data resmi, total 201 proposal yang didanai terdiri dari dua kategori besar:
Pendanaan Lanjutan (70 Judul): Mencakup 65 proyek penelitian dan 5 program pengabdian masyarakat.
Pendanaan Baru (131 Judul): Terdiri dari 106 proyek penelitian dan 25 program pengabdian masyarakat.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. Ir. Suharman Hamzah, Ph.D (Eng), mengungkapkan bahwa, capaian ini merupakan hasil dari pendampingan terstruktur dan pemetaan strategi yang matang sejak tahap pengusulan.
”Alhamdulillah, seluruh skema riset yang ditawarkan pada klaster PTNBH dapat kita peroleh tahun ini. Strategi koordinasi dan pendampingan intensif bagi para pengusul Unhas menjadi kunci keberhasilan kami,” ujar Prof. Suharman di Makassar, Selasa (14/4/2026).
Meski mencatatkan kuantitas Unhas yang tinggi dengan total 1.057 usulan penelitian, dan 120 usulan pengabdian, Prof. Suharman menekankan bahwa, kualitas tetap menjadi prioritas utama.
Ia mengingatkan para Dosen bahwa, proposal bukan sekadar urusan administrasi.
Melainkan harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan.
”Penelitian harus disiapkan dengan matang. Ke depan, kami akan terus mendorong kualitas berdasarkan masukan reviewer agar proposal Unhas semakin kompetitif,” tuturnya.
Bagi Dosen yang proposalnya belum berhasil lolos, LPPM Unhas berkomitmen memberikan evaluasi dan perbaikan sistematis.
Tujuannya agar dapat diajukan kembali pada periode berikutnya, dengan standar yang lebih baik.
Rincian Skema Pendanaan Baru
Secara detail, untuk kategori Pendanaan Baru 2026, Unhas mendominasi beberapa sub-skema penting, di antaranya Penelitian Pascasarjana (PPS-PTM): 41 judul, Penelitian Dosen Pemula (PDP): 20 judul, Penelitian Fundamental (PFR): 7 judul, dan Program Kemitraan Masyarakat (PKM): 19 judul.
Terkait nominal total hibah, informasi resmi mengenai besaran dana akan diumumkan oleh Kemdiktisaintek, melalui akun masing-masing pengusul dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Program BIMA sendiri merupakan platform utama pemerintah, dalam mengelola hibah penelitian dan pengabdian yang menjadi tulang punggung pengembangan inovasi di Perguruan Tinggi Indonesia, termasuk Unhas. (*)
Comment