Akselerasi Infrastruktur, Proyek MYP Pemprov Sulsel: Transformasi Jalan Rusak Kini Jadi Mulus

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), terus memacu penyelesaian proyek infrastruktur jalan berskala besar melalui skema Proyek Multi Years Project (MYP).

Memasuki medio April 2026, sejumlah ruas jalan strategis dilaporkan mengalami transformasi signifikan, meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan.

​Di bawah komando Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, pengerjaan fisik yang mencakup pembangunan bahu jalan beton, preservasi, hingga overlay aspal kini tengah digenjot di berbagai titik kunci.

Rincian Progres Fisik Paket 1 Hingga Paket 5

​Berdasarkan data teknis terbaru dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel per April 2026, berikut adalah rincian capaian pengerjaan pada tiap paket:

​Paket 1 & 2: Fokus Kawasan Penyangga Makassar.

Pada Paket 1, Jalan Hertasning memimpin progres dengan capaian 63,76%, disusul ruas Burung-Burung–Bili-Bili (beton) sebesar 41,51%.

Sementara itu, Paket 2 yang berfokus pada area Panciro hingga Batas Kota Makassar dan Bontoramba telah menyentuh angka rata-rata 25% untuk pengerjaan preservasi.

​Paket 3: Capaian Tertinggi di Pinrang-Sidrap.

Proyek MYP Paket 3 menunjukkan progres yang sangat impresif. Ruas Pinrang–Batas Sidrap mencatat angka tertinggi yakni 79,00%.

Ruas Paleteang–Malimpung hingga batas Enrekang yang masuk Proyek MYP, juga menunjukkan tren positif sebesar 59,33% yang meliputi pengaspalan dan pengerjaan bahu jalan.

​Paket 4 & 5: Penataan Marka dan Drainase.

Untuk Paket 4, fokus utama terletak pada penataan marka jalan di ruas Impa-Impa–Anabanua yang mencapai 59,05%.

Sedangkan Paket 5 terus mematangkan pengaspalan di ruas Ujung Lamuru–Palattae (18,70%) serta pembangunan sistem drainase di jalur Tanabatue–Sanrego.

​Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menegaskan bahwa percepatan ini bukan sekadar mengejar target fisik, melainkan demi efek domino ekonomi.

​”Sejumlah ruas yang dulunya rusak berat kini sudah diaspal mulus. Fokus kami adalah memastikan konektivitas antarwilayah terjaga, sehingga distribusi logistik lancar dan keselamatan pengguna jalan meningkat drastis,” ujar Rosyadi, Selasa (14//2026).

​Program proyek MYP ini, diharapkan menjadi tulang punggung infrastruktur Sulawesi Selatan dalam mendukung mobilitas warga.

Termasuk dalam memperkuat posisi Sulsel sebagai hub logistik di Indonesia Timur.

​Kondisi lapangan saat ini dengan adanya proyek MYP, menunjukkan perbedaan kontras. Lubang-lubang jalan yang sebelumnya dikeluhkan warga, kini berganti dengan hamparan aspal mulus dan bahu jalan beton yang kokoh. (*)

Comment