MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Sebanyak 40 mahasiswa dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad), Palu, Sulawesi Tengah, melakukan kunjungan akademik ke Pelabuhan Paotere Makassar, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program study tour bertajuk “Explore Cultural Heritage of Makassar Perspektif Antropologi Pariwisata.”
Kunjungan tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai warisan budaya maritim Indonesia, khususnya yang berkembang dan masih bertahan di kawasan pesisir Kota Makassar.
Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial masyarakat yang berinteraksi langsung dengan aktivitas pelabuhan tradisional.
Selama berada di Pelabuhan Paotere, para peserta melakukan observasi terhadap berbagai aktivitas kepelabuhanan yang berlangsung setiap hari.
Mereka mengamati proses bongkar muat barang, aktivitas perdagangan, hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada keberadaan pelabuhan tersebut.
Pelabuhan Paotere dipilih sebagai lokasi kunjungan Universitas Tadulako, karena merupakan salah satu pelabuhan tradisional bersejarah yang hingga kini masih aktif beroperasi.

Selain berfungsi sebagai simpul transportasi laut, pelabuhan ini juga menjadi simbol penting warisan budaya maritim Sulawesi Selatan yang tetap eksis di tengah modernisasi sektor pelayaran dan perdagangan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai peran strategis Pelabuhan Paotere dalam mendukung mobilitas barang dan manusia di kawasan timur Indonesia.
Mereka juga berkesempatan mengamati kapal-kapal tradisional yang selama ini menjadi ikon budaya maritim masyarakat Sulawesi Selatan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para mahasiswa aktif melakukan pengamatan, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kehidupan sosial masyarakat pesisir dan dinamika ekonomi yang berkembang di sekitar kawasan pelabuhan.
Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya maritim sebagai bagian dari identitas Bangsa.
Kegiatan yang ditutup dengan sesi foto bersama tersebut juga menjadi upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan wawasan akademik serta pelestarian budaya maritim Indonesia.
Kunjungan Mahasiswa Universitas Tadulako ini, sekaligus menegaskan bahwa pelabuhan tradisional tidak hanya memiliki fungsi ekonomi, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan sosial yang penting untuk dipelajari oleh generasi muda. (*)
Comment