Sambangi Lokasi Bencana di Padang Pariaman, Mentan Amran Kucurkan Bantuan Rp1 Miliar Untuk Yatim dan Janda

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​PADANG PARIAMAN — Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman,  memberikan sentuhan kemanusiaan di tengah agenda kunjungan kerjanya di Sumatera Barat.

Tak hanya fokus pada pemulihan lahan, Mentan menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar untuk anak yatim piatu dan janda, yang terdampak bencana di Desa Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/4/2026).

​Bantuan ini merupakan hasil donasi gotong royong keluarga besar Kementerian Pertanian (Kementan) RI, sebagai bentuk empati langsung terhadap kondisi sosial ekonomi warga pascabencana.

​Dalam suasana penuh haru, Mentan Amran, menyempatkan diri berdialog langsung dengan para penerima manfaat.

Secara khusus, ia memberikan motivasi serta tambahan beasiswa pendidikan kepada salah seorang anak yatim di lokasi tersebut.

​”Kamu harus kuat, ya. Tetap sekolah. Negara hadir untuk kalian,” ujar Mentan Amran memberikan semangat.

​Mentan Amran menegaskan bahwa, keberkahan dalam bekerja tidak lepas dari kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

Menurut Mentan Amran, pemulihan wilayah terdampak bencana harus mencakup aspek kemanusiaan, bukan sekadar perbaikan fisik lahan pertanian.

​Selain bantuan tunai, Kementan juga terus memacu langkah strategis untuk membangkitkan sektor pangan di wilayah tersebut. Program pemulihan yang sedang berjalan meliputi:

​Rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana.

​Penyaluran benih unggul gratis bagi petani terdampak.

​Distribusi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk mempercepat masa tanam kembali.

​”Pemulihan pascabencana tidak hanya soal memperbaiki sawah atau infrastruktur, tetapi memastikan masyarakat bisa bangkit secara utuh, baik secara ekonomi maupun sosial,” tegas Mentan Amran.

​Kehadiran Mentan Amran di Lubuk Alung, menjadi simbol bahwa pemerintah tidak hanya hadir secara birokrasi, tetapi juga hadir dengan kepedulian nyata untuk memastikan tidak ada warga yang merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit. (*)

Comment