OJK Sulselbar Ingatkan Bahaya Social Engineering, Ibu Rumah Tangga Hingga Guru Jadi Target Utama

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), terus mengintensifkan langkah preventif guna membendung maraknya aksi penipuan digital.

Salah satu ancaman yang paling diwaspadai saat ini adalah modus social engineering atau rekayasa sosial yang menyasar psikologi korban.

​Asisten Manajer Madya OJK Prov. Sulselbar, Inci M. Darmawan, mengungkapkan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, metode penipuan klasik melalui komunikasi langsung masih sangat eksis.

Hal ini dikarenakan pelaku cukup memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat terhadap mekanisme layanan keuangan.

​”Sejak telepon pertama kali digunakan sebagai media komunikasi hingga saat ini, penipuan jenis ini tetap eksis karena metodenya sangat sederhana. Pelaku hanya perlu memanfaatkan celah ketidaktahuan masyarakat,” ujar Inci dalam program Indonesia Cerdas, Rabu (22/4/2026).

​Berdasarkan data statistik OJK secara nasional, terdapat tiga kelompok masyarakat yang paling sering menjadi korban rekayasa sosial:

​Ibu Rumah Tangga: Menempati posisi pertama, sering terjebak kepanikan terkait tagihan paylater atau isu kebocoran data belanja online.

​Mahasiswa: Berada di peringkat kedua, biasanya tergiur oleh tawaran investasi instan demi memenuhi gaya hidup.

​Guru: Menempati peringkat ketiga, yang umumnya terjebak akibat tekanan beban finansial.

​Manipulasi Psikologi dan Modus Operandi

​Inci menjelaskan bahwa inti dari social engineering adalah manipulasi psikologis. Pelaku kerap menyamar sebagai petugas resmi dari platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, atau mengaku sebagai pegawai bank.

​”Pelaku akan menggiring korban untuk melakukan transaksi tertentu atau meminta kode OTP (One-Time Password). Inilah yang harus diwaspadai, karena lembaga resmi tidak akan pernah meminta kode rahasia tersebut,” tegasnya.

​Selain masalah penipuan, OJK mencatat bahwa aduan tertinggi yang masuk saat ini masih didominasi oleh persoalan restrukturisasi atau keringanan cicilan bagi debitur.

​Menyikapi fenomena ini, OJK berkomitmen untuk memperluas jangkauan edukasi. Sosialisasi kini tidak hanya berfokus di pusat kota, tetapi mulai merambah hingga ke level kecamatan dan desa di seluruh wilayah lingkup kerja OJK Sulselbar.

OJK Sulselbar mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi ganda, dan tidak mudah panik saat menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal. (*)

Comment