MENITNEWS.COM, MAROS — Angin segar berembus bagi calon jemaah haji di Kabupaten Maros. Pemerintah pusat resmi menambah kuota keberangkatan bagi daerah berjuluk Butta Salewangang tersebut hingga dua kali lipat pada tahun 2026 ini.
Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap pemangkasan masa tunggu (waiting list) haji, yang selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat.
Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, menyampaikan kabar baik tersebut saat meninjau kesiapan jemaah di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Ia mengungkapkan bahwa, tambahan kuota ini merupakan hasil dari upaya koordinasi dan perhatian pemerintah pusat terhadap tingginya antusiasme beribadah masyarakat Maros.
”Alhamdulillah, tahun ini Maros mendapatkan tambahan kuota hingga dua kali lipat. Ini adalah kabar yang sangat dinantikan, karena secara langsung memangkas masa tunggu dari rata-rata 35 tahun, kini turun menjadi 26 tahun,” ujar Chaidir Syam, Jumat (1/5/2026).
Langkah ini dipandang sebagai awal dari transformasi distribusi kuota haji yang lebih efisien.
Chaidir menambahkan, Pemerintah Daerah optimis bahwa melalui perbaikan mekanisme pengelolaan di tingkat pusat dan daerah, durasi antrean haji dapat ditekan lebih jauh lagi.
”Harapan kita ke depan, dengan skema distribusi yang baru, masa tunggu bisa terus ditekan hingga mencapai kisaran 12 tahun,” imbuhnya.
Tahun ini, ratusan jemaah asal Maros siap diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar.
Tidak hanya fokus pada jumlah, Pemkab Maros juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di lapangan.
Pemerintah daerah memastikan pendampingan maksimal, mulai dari aspek kesehatan, bimbingan manasik, hingga fasilitas transportasi menuju asrama haji.
Hal ini bertujuan agar para jemaah dapat beribadah dengan fokus dan khusyuk tanpa terkendala masalah teknis.
”Kami ingin memastikan setiap jemaah asal Maros mendapatkan pelayanan terbaik sejak keberangkatan hingga nanti kembali ke tanah air,” pungkas Chaidir.
Selain soal kuota Haji, kehadiran Bupati Maros di Asrama Haji Sudiang sekaligus untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung bagi jemaah kloter Maros, telah siap 100 persen sebelum dilepas menuju Tanah Suci. (*)
Comment