MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Keindahan kain sutera khas Sulawesi Selatan berhasil memikat perhatian para pendamping delegasi diplomatik dari berbagai Negara atau Mancanegara, yang menghadiri rangkaian kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Makassar, Rabu (24/6/2026).
Dalam agenda yang difasilitasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, para spouse atau pendamping delegasi diajak mengunjungi Toko Sutera Indah untuk mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya unggulan Sulawesi Selatan yang telah dikenal hingga mancanegara.
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mendampingi langsung para tamu internasional selama kunjungan berlangsung. Ia memperkenalkan berbagai jenis kain sutera tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sulawesi Selatan.
Menurut Melinda, kain sutera bukan sekadar produk tekstil tradisional, melainkan memiliki nilai sejarah, filosofi, serta makna budaya yang diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad.
“Kami ingin memperlihatkan kepada para tamu bahwa Sulawesi Selatan tidak hanya kaya akan sejarah dan kuliner, tetapi juga memiliki warisan kriya yang sangat bernilai. Kain sutera adalah salah satu kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan yang hingga kini terus dilestarikan dan dikembangkan,” ujar Melinda.
Selama berada di lokasi, para tamu tampak antusias mengamati beragam koleksi kain sutera dengan motif dan warna khas yang mencerminkan kekayaan budaya daerah. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi kain sutera, mulai dari pemilihan benang hingga tahapan penenunan yang dikerjakan secara teliti oleh para perajin lokal.
Antusiasme para spouse diplomatik atau delegasi Mancanegara, tidak hanya terlihat saat menyimak proses pembuatan kain, tetapi juga saat berbelanja berbagai produk unggulan khas Sulawesi Selatan. Kain sutera menjadi produk yang paling banyak diminati dan dibeli oleh para tamu.

Selain kain sutera, sejumlah delegasi Mancanegara juga membeli berbagai aksesori pendukung busana adat, seperti hiasan kepala untuk baju bodo, bros tradisional, serta aneka kerajinan khas daerah lainnya yang diproduksi oleh pelaku usaha lokal.
Melinda menilai tingginya minat para tamu internasional menjadi bukti bahwa produk kriya dan kerajinan Sulawesi Selatan memiliki daya saing serta daya tarik yang kuat di pasar global.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi produk-produk hasil karya perajin daerah.
“Ketika para tamu membawa pulang kain sutera maupun produk kerajinan khas Sulawesi Selatan, mereka juga membawa cerita tentang budaya dan tradisi masyarakat kita. Ini menjadi bentuk promosi budaya yang sangat baik dan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah,” katanya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya yang dikemas dalam rangkaian IGS 2026. Melalui interaksi langsung dengan produk-produk unggulan daerah, para tamu mancanegara tidak hanya menikmati keindahan warisan budaya Sulawesi Selatan.
Tetapi juga mengenal lebih dekat keterampilan para perajin lokal yang menjaga tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Momentum ini sekaligus memperkuat promosi Sulawesi Selatan kepada delegasi Mancanegara, sebagai salah satu pusat kerajinan dan ekonomi kreatif Indonesia yang memiliki kekayaan budaya bernilai tinggi dan berpotensi menembus pasar internasional. (*)
Comment