MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas layanan bagi perempuan dan korban kekerasan.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan strategis bertajuk “Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Lembaga Penyedia Layanan Penanganan Bagi Perempuan/Korban Kekerasan Kewenangan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2025.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 30 Oktober 2025, di Hotel Karebosi Premier Makassar ini, berfokus pada inovasi digital yang diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan akurasi penanganan kasus di tingkat masyarakat.
Mengusung tema spesifik: “Peningkatan Kapasitas Shelter Warga dalam Pembuatan Rencana Aksi dan Laporan Kasus Berbasis Digital dengan Bantuan Artificial Intelligence (AI) Tahap I,” DP3A Makassar menekankan pentingnya adopsi teknologi modern dalam sistem pelaporan.

Dalam sambutannya, Kepala DP3A Kota Makassar, drg. Ita Anwar, menyampaikan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk layanan yang lebih responsif.
”Kegiatan ini betul-betul bertujuan untuk meningkatkan literasi digital bagi warga dan pengelola shelter. Dengan bantuan Artificial Intelligence (AI), kita berharap pembuatan rencana aksi dan pelaporan kasus kekerasan dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan terintegrasi, meninggalkan cara manual yang rentan kesalahan,” ujarnya di hadapan para peserta.
Pemanfaatan AI ini ditujukan untuk mempermudah para pengelola dan relawan shelter dalam mendokumentasikan kasus, menyusun rencana penanganan individual, hingga menghasilkan laporan yang valid dan siap dianalisis oleh pihak berwenang. Ini merupakan langkah awal (Tahap I) yang ambisius menuju ekosistem perlindungan korban kekerasan yang sepenuhnya terdigitalisasi.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait dan lembaga penyedia layanan penanganan korban kekerasan di wilayah Kota Makassar. Keterlibatan lembaga lain, seperti yang terlihat dari unggahan akun bpkad.makassar dan lainnya, menunjukkan bahwa inisiatif ini melibatkan koordinasi lintas sektor dalam pemerintah kota.
Para peserta, yang terdiri dari pengelola shelter, relawan pendamping, dan perwakilan komunitas, mendapatkan pelatihan intensif mengenai cara kerja sistem pelaporan berbasis digital dan optimalisasi alat bantu AI dalam tugas sehari-hari.
Ita berharap, peningkatan kapasitas ini akan berdampak langsung pada kualitas hidup korban kekerasan, memastikan bahwa setiap kasus ditangani dengan standar profesionalisme yang tinggi dan didukung oleh data yang valid dan terpercaya.
“Inisiatif ini menegaskan posisi Kota Makassar sebagai salah satu kota yang proaktif dalam memanfaatkan teknologi, untuk urusan sosial dan kemanusiaan,” tutupnya. (*)
Comment