OJK Sulselbar Beri Jempol! Ekonomi Sulawesi Selatan Melesat di 2025, Aset Perbankan Tembus Rekor Rp214,32 Triliun

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 tetap stabil dan resilien di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa stabilitas tersebut mencerminkan daya tahan sistem keuangan daerah yang mampu menopang aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

“Kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 tetap terjaga dan menunjukkan resiliensi yang baik. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Muchlasin, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, stabilitas tersebut tercermin dari berbagai indikator utama di sektor perbankan, pasar modal, serta Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yang menunjukkan kinerja positif.

Kondisi ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang pada 2025 tercatat sebesar 5,43 persen, meningkat dibandingkan 5,02 persen pada 2024.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor keuangan tidak hanya berperan menjaga stabilitas, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari sisi perbankan, hingga posisi Desember 2025, total aset perbankan di Sulawesi Selatan tumbuh 5,33 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp214,32 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,74 persen (yoy) dengan nominal Rp146,61 triliun.

Komposisi DPK didominasi oleh tabungan dengan pangsa 59,92 persen, diikuti deposito sebesar 25,23 persen dan giro sebesar 14,85 persen. Sementara itu, kredit yang disalurkan tumbuh 5,26 persen (yoy) menjadi Rp172,92 triliun.

Muchlasin menuturkan, pertumbuhan kredit pada 2025 lebih tinggi dibandingkan 2024 yang sebesar 4,23 persen. Hal ini menunjukkan adanya percepatan pembiayaan kepada sektor riil seiring membaiknya aktivitas ekonomi daerah.

Kredit produktif mendominasi dengan pangsa 53,07 persen dan tumbuh positif 3,06 persen pada 2025, setelah pada 2024 sempat terkontraksi sebesar -0,08 persen. Di sisi lain, kredit konsumtif juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 7,85 persen.

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar berada pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan pangsa 22,19 persen.

Kinerja intermediasi perbankan tetap terjaga, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 117,95 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berada di level 3,65 persen.

“Secara umum, kondisi ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan berjalan dengan baik dan tetap dalam koridor yang terjaga. OJK Sulselbar akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan daerah,” tutup Muchlasin. (*)

Comment