Hadapi Dinamika Global, Sekda Sulbar Minta Tokoh Agama Perkuat Ketahanan Sosial

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sekda Sulbar), Muhammad Junda Maulana, menekankan pentingnya peran Tokoh Agama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan sosial masyarakat.

Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tokoh Agama bertajuk “Religious Leader: Kepemimpinan Tokoh Agama dalam Menjaga Ketahanan Sosial” di Hotel Grand Putra Mamuju, Kamis (16/4/2026).

​Dalam sambutannya, Junda Maulana menjelaskan bahwa pembangunan manusia yang unggul dan berkarakter merupakan pilar utama dalam misi “Panca Saya” Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Menurutnya, manusia unggul harus memiliki tiga ciri utama: kekuatan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

​”Lingkungan saat ini berubah sangat cepat. Tantangan yang kita hadapi semakin kompleks, baik di tingkat lokal maupun global. Karena itu, SDM kita harus mampu menyesuaikan diri agar tetap eksis,” ujar Junda Maulana.

​Junda juga menyoroti dampak nyata dinamika global terhadap daerah, seperti ketegangan di kawasan Timur Tengah yang mengganggu rantai logistik dunia.

Ia mencontohkan antrean kapal di Selat Hormuz yang menghambat distribusi minyak dunia sebagai ancaman serius bagi ekonomi global.

​”Jika kondisi ini tidak terkendali, ekonomi global akan terdampak dan berimbas langsung pada ketahanan sosial masyarakat kita di daerah,” jelas Sekda Sulbar.

​Lebih lanjut, Sekda Sulbar, Junda memaparkan visi Sulawesi Barat 2025–2030 “Maju dan Sejahtera”. Pemerintah menargetkan lompatan besar.

Di antaranya peningkatan infrastruktur hingga 90 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen, serta ambisi menurunkan angka kemiskinan hingga ke kisaran 5–6 persen.

​Namun, ia tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang masih menghantui Sulbar.

Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang di bawah rata-rata nasional dan angka stunting yang masih menyentuh 35 persen.

​”Jika masalah stunting tidak segera kita tuntasakan, akan sulit bagi kita untuk mencapai visi Generasi Emas 2045,” tegasnya.

​Di akhir arahannya, Junda meyakini bahwa tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter masyarakat.

Ia berharap para pemimpin agama tidak hanya berkontribusi pada aspek spiritual, tetapi juga memberikan rekomendasi konkret dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

​”Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan peningkatan kapasitas tokoh agama secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkas Sekda Sulbar, Junda. (*)

Comment