MENITNEWS.COM, PANGKEP — Bank Sulselbar Kantor Cabang (KC) Pangkep, mengambil langkah taktis dalam membentengi masyarakat dari ancaman siber dan kerugian finansial.
Melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), Bank Sulselbar menggelar kegiatan Sosialisasi & Literasi Keuangan bertajuk “Waspada Judi Online – Produk Tabungan, Kredit, dan Digitalisasi Keuangan”.
Kegiatan yang berlangsung secara terbuka di area publik ini menyasar komunitas warga lokal, khususnya ibu-ibu dan pelaku usaha mikro.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen nyata industri perbankan daerah dalam mendukung terciptanya Masyarakat Cerdas Keuangan menuju Indonesia Emas 2045.
Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Penguatan Basis Finansial
Dalam pemaparannya, tim Bank Sulselbar menyoroti dampak destruktif judi online yang kian marak dan merugikan ketahanan ekonomi keluarga.
Sebagai alternatif solutif, warga diajak untuk mengalihkan dana mereka ke produk keuangan yang produktif dan aman, seperti produk tabungan konvensional maupun berbasis syariah (Syariah First), serta pembiayaan resmi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Selain itu, edukasi mengenai digitalisasi keuangan juga menjadi fokus utama. Bank Sulselbar secara langsung mensosialisasikan tata cara penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai media pembayaran yang praktis, aman, dan efisien bagi para pelaku usaha maupun konsumen di era digital.
Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya pemaparan dari pihak Bank Sulselbar Cabang Pangkep.
Agenda juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif serta pelayanan langsung di meja registrasi untuk warga yang ingin membuka rekening atau berkonsultasi mengenai produk perbankan.
Merespons masifnya pelaksanaan program literasi ini, Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, menegaskan bahwa program edukasi ini merupakan benteng pertahanan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Manajemen Bank Sulselbar termasuk di Kantor Cabang, kata dia, berkomitmen penuh mendukung program GENCARKAN yang diinisiasi oleh regulator.
Fenomena judi online saat ini, lanjutnya, sudah sangat meresahkan dan merusak tatanan finansial keluarga.
“Melalui edukasi tatap muka seperti yang dilakukan oleh KC Pangkep, kami ingin membuka mata masyarakat bahwa alih-alih berspekulasi pada hal yang ilegal, lebih baik memanfaatkan produk perbankan resmi seperti tabungan, pembiayaan syariah, dan fasilitas KUR untuk mengembangkan usaha,” ujar Hartani Djurnie.
”Kami (Bank Sulselbar) juga terus mendorong percepatan digitalisasi melalui QRIS, agar ekosistem keuangan di Sulawesi Selatan dan Barat semakin inklusif, modern, dan aman dari kejahatan siber,” tambahnya. (*)
Comment