MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Appi ini saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Tribun Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026).
Mengenakan pakaian adat yang menambah kekhidmatan suasana, Wali Kota hadir bersama Ketua TP PKK Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran Forkopimda dan OPD Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Munafri membacakan pesan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menyoroti pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun karakter bangsa.
”Inti dari pendidikan adalah memuliakan manusia. Ini adalah proses menemukan potensi kodrati manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” ujar Munafri di hadapan ribuan tenaga pendidik dan peserta upacara.
Munafri memaparkan lima kebijakan strategis nasional yang kini tengah diakselerasi. Salah satu poin utamanya adalah peningkatan kualitas sarana prasarana melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
”Hingga tahun 2025, revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Transformasi digital juga masif dilakukan dengan penyediaan papan interaktif di lebih dari 288.000 sekolah untuk menciptakan ekosistem belajar yang modern,” jelasnya.
Wali Kota Makassar juga memberikan perhatian khusus pada garda terdepan pendidikan, yakni para guru.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebutkan adanya dukungan beasiswa sebesar Rp3.000.000 per semester bagi guru yang sedang menempuh kualifikasi pendidikan minimal melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
”Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif, termasuk bagi rekan-rekan guru honorer,” tambahnya.
Implementasi ‘Deep Learning’ dan Pendidikan Inklusif
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, Makassar kini mulai menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal, tetapi memiliki kompetensi menyeluruh yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain itu, akses pendidikan inklusif terus diperluas melalui penguatan sekolah satu atap, sekolah terbuka, hingga layanan khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Mengakhiri pidatonya, Wali Kota Makassar mengajak seluruh elemen—mulai dari keluarga, sekolah, hingga media—untuk berkolaborasi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan bergantung pada tiga faktor utama: Mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
”Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita wujudkan pendidikan bermutu untuk semua demi Indonesia yang cerdas dan bermartabat,” tutup Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (*)
-->
Comment