MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Industri reksa dana nasional, mencatatkan sejarah baru dengan pertumbuhan yang meroket tajam sepanjang tahun 2025.
Mengawali tahun 2026, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) langsung tancap gas memperluas literasi investasi, dengan menjadikan Kota Makassar sebagai salah satu titik utama sosialisasi.
Berdasarkan data terbaru, total dana kelolaan (asset under management/AUM) investasi di Indonesia, berhasil menembus angka psikologis Rp1.007,65 triliun, meningkat 25,19% dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Khusus untuk instrumen reksa dana, nilai AUM tercatat sebesar Rp679,24 triliun, melonjak signifikan sebesar 35,06% dari posisi Rp502,92 triliun pada 2024.
Pertumbuhan ini berbanding lurus dengan masifnya jumlah investor baru. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) telah menyentuh 19,2 juta pada akhir 2025.
Menariknya, lebih dari 50% potret investor pasar modal saat ini didominasi oleh anak muda di bawah usia 30 tahun.
Merespons potensi besar tersebut, APRDI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) di Makassar pada 16–17 April 2026.
”Penduduk usia produktif (15–34 tahun) kita mencapai hampir 89 juta jiwa, namun partisipasi di reksa dana baru sekitar 12,82%. Artinya, ruang untuk tumbuh masih sangat luas,” ujar Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin.

Di Sulawesi Selatan sendiri, per Februari 2026, tercatat sudah ada 569.610 investor reksa dana.
Angka ini diyakini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai investasi yang legal dan aman.
Dewan Presidium APRDI, Marsangap P. Tamba, menekankan bahwa edukasi kali ini dibuat lebih interaktif untuk menjangkau karakter generasi muda.
“Kami ingin menjaga momentum pertumbuhan ini. Pendekatan literasi harus partisipatif agar investasi tidak lagi dianggap rumit, melainkan menjadi gaya hidup yang terencana,” jelas Marsangap.
Sebagai langkah konkret, APRDI akan meluncurkan PINTAR Reksa Dana (Program Investasi Terencana dan Berkala) pada 27 April 2026 mendatang di Jakarta.
Program ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat agar konsisten berinvestasi secara rutin (menabung saham/reksa dana).
Kegiatan di Kota Makassar meliputi edukasi jurnalis dan sosialisasi ke berbagai kampus. Tak hanya itu, APRDI juga menantang kreativitas mahasiswa dan jurnalis, melalui kompetisi penulisan artikel dan konten Instagram Reels dengan total hadiah Rp55 juta.
Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari Pekan Reksa Dana 2026, yang akan mencapai puncaknya pada 25 April hingga 1 Mei 2026. Melalui kampanye besar reksa dana ini, industri berharap masyarakat semakin melek finansial dan terhindar dari jerat investasi bodong. (*)
Comment