Stok Implan Menipis di Gowa, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Instruksikan Strategi Distribusi Alkon Dinamis

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​GOWA — Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, melakukan langkah cepat dalam menjaga keberlangsungan pelayanan Keluarga Berencana (KB) di tingkat akar rumput.

Dalam kunjungan monitoring yang dilakukan pada Rabu (15/4/2026), ditemukan kondisi stok alat kontrasepsi (Alkon) jenis implan yang mulai menipis di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Gowa.

​Monitoring tersebut dipusatkan di dua titik utama, yakni Puskesmas Pallangga (Kecamatan Pallangga) dan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Kumala Ratna (Kecamatan Bontonompo).

Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau ketersediaan sarana penunjang serta memastikan mekanisme pelayanan kepada akseptor tetap mengedepankan standar kualitas dan konseling yang baik.

​Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, meski pelayanan berjalan lancar, keterbatasan stok implan menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar tidak terjadi penundaan layanan bagi calon akseptor.

​Menanggapi temuan tersebut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH, MM, menekankan pentingnya manajemen logistik yang adaptif dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

​”Ketersediaan implan yang terbatas di faskes tertentu harus segera disikapi dengan strategi distribusi dinamis. Hal ini dilakukan dengan memindahkan stok dari faskes yang memiliki kelebihan alokon (overstock) ke faskes yang membutuhkan (understock),” tegas Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin di sela-sela peninjauan.

​Menurut Shodiqin, langkah taktis ini merupakan komitmen Kemendukbangga/BKKBN untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) tanpa hambatan birokrasi logistik.

“Tujuannya jelas, agar tidak ada calon akseptor yang tertunda pelayanannya hanya karena masalah distribusi,” tambahnya.

​Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keberhasilan Program Bangga Kencana di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui perencanaan yang matang.

​Dalam kunjungan kerja ini, turut hadir mendampingi Kepala Puskesmas Pallangga, Lurah setempat, Bidan Penanggung Jawab KB dari masing-masing faskes, serta jajaran Petugas KB (PKB/PLKB) dan kader setempat.

​Kunjungan Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, diakhiri dengan peninjauan langsung proses pemasangan kontrasepsi kepada warga, memastikan bahwa setiap tindakan medis yang dilakukan telah sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. (*)

Comment