MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Proyek strategis pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, resmi memasuki babak baru.
Setelah sekian lama berada dalam tahap perencanaan dan legalitas lahan, proyek ini kini bergerak ke fase konstruksi fisik di awal tahun 2026.
Kepastian ini menyusul penandatanganan kontrak antara Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), dengan PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai pemenang tender Manajemen Konstruksi (MK).
Penandatanganan kontrak dan penerbitan Surat Penunjukan Barang/Jasa (SPBJ) telah dilakukan untuk mengawal jalannya proyek tersebut.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa rampungnya lelang MK menjadi titik krusial untuk mempercepat pembangunan di lapangan. Ia optimistis fasilitas olahraga kebanggaan warga Makassar utara ini segera terwujud.
”Dengan adanya pemenang tender MK dan penandatanganan kontrak, maka pembangunan konstruksi fisik serta penimbunan lahan stadion bisa kita kerjakan secepatnya pertengahan tahun ini,” ujar sosok yang akrab disapa Appi tersebut, Senin (20/4/2026).
Anggaran Rp124 Miliar Untuk Tahap Awal
Untuk tahun anggaran 2026, Pemkot Makassar telah mengalokasikan dana sekitar Rp124 miliar. Anggaran tersebut difokuskan pada pekerjaan awal, yang meliputi pematangan lahan serta penimbunan kawasan Stadion Untia seluas 23 hektare.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsy Zubir, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mengebut penyusunan dokumen administrasi untuk tender konstruksi fisik Stadion Untia.
”Kami targetkan dokumen pemilihan rampung akhir April ini. Jika proses tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) berjalan lancar selama 30 hingga 45 hari, maka akhir Juni atau awal Juli sudah bisa masuk tahap kontrak fisik,” jelas Zuhaelsy.
Berbeda dengan proyek sebelumnya yang sering terkendala aset, Pemkot Makassar memastikan Stadion Untia berdiri di atas fondasi hukum yang kuat.
Sepanjang tahun 2025, pemerintah memprioritaskan sertifikasi lahan dan penyelesaian dokumen lingkungan seperti AMDAL, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta Feasibility Study (FS).
Zuhaelsy juga menambahkan bahwa meskipun tender terbuka untuk umum, peserta harus memiliki kompetensi tinggi mengingat stadion ini diproyeksikan memenuhi standar FIFA.
”Karena ini proyek besar, perusahaan yang ikut harus memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai. Kita mengacu pada standar teknis yang tinggi, termasuk standar FIFA,” tegasnya.
Pembangunan Stadion Untia akan menggunakan skema tahun jamak (multiyears). Kehadiran stadion ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan atlet sepak bola di Kota Makassar, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah utara kota. (*)
Comment