MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulawesi Selatan (Sulsel), bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Musyawarah Daerah (Musda).
Dalam rapat pleno yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026), organisasi ini resmi membentuk susunan kepanitiaan dan menyepakati jadwal pelaksanaan forum tertinggi tersebut.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua IPHI Sulsel, Prof. Dr. H. Apiaty Amin Syam, M.Si, bersama sembilan anggota inti lainnya ini menunjuk Andi Badi Sommeng sebagai Ketua Panitia Mubes.
Guna menyokong kerja kepanitiaan, posisi Sekretaris diamanahkan kepada St. Hatidja, Wakil Sekretaris, Saifullah, Bendahara, Hamna, serta dibantu oleh Tarmizi sebagai anggota.
Ketua Panitia Mubes IPHI, Andi Badi Sommeng, menyatakan kesiapannya untuk mengawal seluruh tahapan acara agar berjalan dengan lancar dan demokratis.

”Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh persiapan teknis dan administrasi rampung tepat waktu. Kami ingin Mubes dan Musda ini tidak hanya menjadi momentum pergantian pengurus, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kembali peran IPHI di tengah masyarakat,” ujar Andi Badi Sommeng, Senin (18/5/2026).
Berdasarkan hasil keputusan rapat, pelaksanaan Musda IPHI dijadwalkan bakal digelar pada pekan kedua Juni 2026. Gedung Islamic Centre IMMIM Makassar dipilih menjadi lokasi pusat kegiatan tersebut.
Selain agenda pemantapan internal, rapat ini juga menyoroti isu-isu strategis eksternal, salah satunya terkait kebijakan penyelenggaraan Haji dan Umrah.
IPHI menegaskan komitmennya untuk lebih proaktif dan hadir langsung memberikan sumbangsih pemikiran dalam setiap kebijakan regulasi haji dan umrah ke depan.
Meski agenda utama adalah pemilihan nakhoda baru, jalannya rapat diwarnai arus dukungan kuat agar Prof. Apiaty Amin Syam kembali memimpin IPHI untuk periode berikutnya.
Andi Badi Sommeng, di sela-sela usulannya, terang-terangan meminta Legislator Makassar tersebut untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Nada serupa juga disampaikan oleh Ketua IPHI Kecamatan Tamalanrea, Natsir, beserta pengurus lainnya seperti Musni, yang mengenang kembali sejarah awal pergerakan organisasi yang banyak ditopang oleh pengorbanan Prof. Apiaty.
”Saran kami bahkan kalau bisa langsung reshuffle pengurus saja dengan pembagian tugas yang lebih merata di jajaran wakil ketua, demi efektivitas organisasi,” usul Musni dalam rapat.
Menanggapi besarnya desakan dan aspirasi dari para anggotanya, Prof. Apiaty menyampaikan apresiasinya namun tetap mengedepankan asas aturan organisasi secara profesional.
Ia menegaskan bahwa Musda harus tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Prof. Apiaty juga mengimbau agar forum nanti melahirkan pemimpin yang benar-benar totalitas.
Ia menetapkan kriteria bahwa calon ketua yang akan maju haruslah figur yang siap mewakafkan waktu, pikiran, hingga dukungan materil demi kemajuan IPHI.
”Musda harus tetap dilaksanakan secara demokratis. Silakan kepada seluruh peserta untuk memilih ketua terbaik yang dinilai mampu dan punya komitmen penuh membesarkan organisasi ini ke depan,” pungkas Prof. Apiaty. (*)
Comment