Bank Sulselbar Gaungkan Literasi Keuangan Berbasis Nilai Pancasila, Ajak Masyarakat Bijak Berutang

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Bank Sulselbar terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui kampanye edukatif yang mengusung pesan “Nilai Pancasila Jadi Dasar Bijak Berutang” dalam rangka Bulan Literasi Keuangan 2026.

Melalui media sosial resminya, Bank Sulselbar mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan utang secara bijak dengan mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan membayar, serta risiko yang mungkin timbul di kemudian hari.

Dalam kampanye tersebut, Bank Sulselbar menegaskan bahwa keputusan finansial yang sehat tidak hanya didasarkan pada kemampuan ekonomi semata, tetapi juga perlu berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila yang menjunjung tanggung jawab, kejujuran, dan kehati-hatian dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam mengelola keuangan pribadi.

Pesan edukatif tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program literasi keuangan nasional yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dan platform edukasi keuangan Sikapi Uangmu. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan agar dapat mengambil keputusan finansial secara tepat dan terukur.

Bank Sulselbar menilai bahwa pemahaman mengenai utang yang sehat menjadi salah satu aspek penting dalam literasi keuangan. Masyarakat diharapkan tidak hanya memahami manfaat pembiayaan, tetapi juga mampu mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan untuk berutang.

Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, mengatakan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera secara ekonomi.

“Bank Sulselbar secara konsisten mendukung berbagai program edukasi keuangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam mengambil keputusan keuangan, termasuk dalam hal berutang agar lebih bijak, terukur, dan bertanggung jawab,” ujar Hartani Djurnie.

Menurut Hartani, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Ia menambahkan, Bank Sulselbar akan terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan, baik melalui kegiatan tatap muka maupun platform digital, guna mendorong terciptanya masyarakat yang semakin cerdas dan inklusif secara finansial.

Komitmen tersebut sejalan dengan berbagai program literasi keuangan yang selama ini dijalankan Bank Sulselbar bersama OJK dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan, pengelolaan utang, investasi yang aman, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan keuangan.

Melalui momentum Bulan Literasi Keuangan 2026, Bank Sulselbar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab demi mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan. (*)

Comment