MENITNEWS.COM, BONE — Komitmen Pemerintah dalam memperkuat Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), terus digencarkan hingga ke lini terdepan.
Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH., MM, didampingi jajaran terkait, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung pelayanan Keluarga Berencana (KB) di UPT Puskesmas Ponre, Kabupaten Bone, Kamis (9/10/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR (Kesehatan Reproduksi) di Wilayah Sasaran Khusus Kabupaten Bone. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan akses dan mutu layanan KB bagi masyarakat.
Capaian Fantastis: 100 Akseptor KB Baru Terjaring dalam Sehari
Dalam peninjauan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, mengumumkan pencapaian yang signifikan dari kegiatan pelayanan KB di wilayah ini. Pelayanan KB yang dilaksanakan berhasil menjaring total 100 akseptor baru.
Total Akseptor Baru: 100 orang
Jenis Akseptor: Terdiri dari Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non-MKJP.
Wilayah Sasaran: Pelayanan ini tersebar di empat (4) kecamatan, yaitu Kecamatan Ponre, Bengo, Libureng, dan Lapriaja.

Data ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat Bone terhadap program KB, sekaligus menegaskan peran strategis Puskesmas Ponre dan jaringannya dalam penyediaan layanan kesehatan reproduksi.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dan menekankan pentingnya peran KB dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Keberhasilan menjangkau 100 akseptor dalam kegiatan ini adalah capaian luar biasa. Saya berharap momentum ini dapat kita jadikan pelecut semangat untuk terus meningkatkan jumlah akseptor baru dan yang lebih penting, menjaga keberlanjutan pemakaian kontrasepsi,” tutur Shodiqin.
Ia juga menegaskan bahwa Program KB merupakan pilar utama dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas, dengan anak sehat dan cerdas. Secara spesifik, Shodiqin menyoroti kontribusi Program Bangga Kencana dalam Percepatan Penurunan Stunting, yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
“Keluarga yang terencana adalah langkah awal untuk memastikan anak-anak lahir dalam kondisi optimal. Dengan perencanaan yang matang, kita dapat menekan angka stunting dan menciptakan generasi penerus Bangsa yang unggul,” tutupnya.
Kunjungan Shodiqin didampingi oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bone, Kepala UPT Puskesmas Ponre, Babinsa (TNI) setempat, serta Ketua Tim Kerja Bina Pelayanan Keluarga Berencana Wilayah Sasaran Khusus dan Kespro.
Kehadiran jajaran lintas sektor, termasuk peran Babinsa, menunjukkan adanya integrasi dan sinergi yang kuat antara Kemendukbangga/BKKBN, Dinas PPKB, fasilitas kesehatan, dan unsur TNI dalam menyukseskan program Keluarga Berencana di Kabupaten Bone. Kolaborasi ini dinilai kunci untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok Desa. (del)
Comment