Tekan Timbunan Sampah Organik, TP PKK Makassar Masifkan Program Stop Boros Pangan ke Sekolah

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, terus konsisten mengampanyekan perilaku hidup ramah lingkungan. Melalui program unggulan bertajuk “Stop Boros Pangan Goes To School”, PKK Makassar menyambangi UPT SPF SMP Negeri 11 Makassar di Kecamatan Tamalanrea, baru-baru.

​Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dini kepada generasi muda, mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan dan mengelola sampah dari sumbernya.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penyumbang sampah terbesar di lingkungan bukan hanya berasal dari plastik, melainkan juga sisa makanan (food waste) yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

​Para siswa SMPN 11 Makassar diajak untuk memahami siklus sampah dan dampak buruk membuang-buang makanan terhadap kelestarian lingkungan.

Dalam sosialisasi tersebut, ditekankan bahwa menghargai makanan bisa dimulai dari langkah yang sangat sederhana.

​Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa karakter peduli lingkungan harus dibentuk sejak bangku sekolah agar menjadi kebiasaan permanen hingga dewasa.

​Melalui program ini, TP PKK Makassar ingin menanamkan karakter kepada para pelajar bahwa, menghargai makanan adalah hal yang mulia. Cukup ambil seperlunya dan habiskan.

Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil di sekolah maupun di rumah.

“Kita ingin generasi muda Makassar menjadi generasi yang peduli dan berani bertindak demi bumi yang lebih baik,” ujar Melinda Aksa di hadapan para siswa.

​Selain edukasi mengenai boros pangan, para siswa juga dibekali pengetahuan mengenai alur pembuangan sampah yang benar.

Materi mencakup larangan membakar sampah atau membuang ke lahan kosong, serta mendorong pengelolaan mandiri melalui pengomposan atau Bank Sampah untuk sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

​TP PKK Makassar berharap, dengan adanya edukasi langsung ke sekolah-sekolah, para siswa mampu menjadi agent of change yang membawa pesan positif mengenai pengelolaan sampah organik ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas, sejalan dengan visi Kota Makassar menuju kota rendah karbon. (*)

Comment