Perumda Parkir Makassar Raya Jadi Rujukan, BI Lampung Pelajari Sistem Parkir Digital

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Perumda Parkir Makassar Raya, kini menjadi kiblat baru dalam pengelolaan parkir modern di Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan kunjungan studi tiru dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Lampung ke Kota Makassar, Senin (13/4/2026).

​Rombongan tersebut disambut langsung oleh Direktur Umum Perumda Parkir Makassar Raya, Saharuddin Said, didampingi Tenaga Ahli, Christopher Aviary, Kabag Humas, Asrul B, dan Kabag Pengelolaan, Arfa, di kawasan pilot project Pasar Baru, Jalan WR Supratman.

​Dalam pertemuan tersebut, pihak BI Lampung mendalami mekanisme penerapan pembayaran parkir non-tunai berbasis QRIS yang telah diimplementasikan di kawasan Pasar Baru.

Saharuddin Said menjelaskan bahwa, transisi dari sistem manual ke digital membutuhkan proses panjang dan komitmen kuat.

​”Inovasi ini merupakan langkah konkret atas instruksi Wali Kota Makassar untuk mendorong seluruh transaksi di kota ini beralih ke ekosistem digital. Kami bekerja sama dengan pihak perbankan guna menghadirkan kemudahan pembayaran bagi masyarakat,” ujar Dirum Perumda Parkir Makassar Raya, Saharuddin.

Transformasi Kawasan Pantai Losari

​Selain meninjau sistem di Pasar Baru, manajemen Perumda Parkir Makassar Raya, juga memaparkan keberhasilan penataan parkir di ikon wisata Anjungan Pantai Losari.

Kawasan yang dulunya rawan pungutan liar (pungli) dan praktik premanisme, kini telah bertransformasi menjadi area parkir resmi yang tertib dan transparan.

​Berdasarkan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sistem parkir di Losari kini dikelola secara profesional dengan tarif flat yang jelas ​Kendaraan Roda Dua: Rp3.000, dan Kendaraan Roda Empat: Rp5.000.

​Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi Provinsi Lampung, dalam menerapkan hal serupa.

Digitalisasi parkir dinilai tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menjamin akuntabilitas karena setiap transaksi tercatat secara real-time.

​”Melalui sistem digital ini, kami ingin memastikan transparansi dan pelayanan prima kepada masyarakat. Kami sangat terbuka menjadikan Kota Makassar, sebagai laboratorium belajar bagi daerah lain dalam pengelolaan parkir modern,” tutup Direktur Umum Perumda Parkir Makassar Raya, Saharuddin. (*)

Comment