MENITNEWS.COM, JAWA TIMUR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui program Highland Development and Agricultural Revitalization (HDDAP).
Fokus utama program ini adalah pengembangan 1.000 hektare kawasan pertanian modern yang mengintegrasikan penguatan kelembagaan dan hilirisasi produk unggulan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyatakan bahwa modernisasi ini bertujuan memutus dominasi tengkulak yang selama ini mengambil keuntungan terbesar dalam rantai pasar.
”Ini yang akan coba diubah dari program ini. Kita ingin memastikan keuntungan lebih besar dirasakan langsung oleh petani melalui akses pasar yang lebih luas,” tegas Agus, saat membuka rangkaian kegiatan HDDAP mewakili Bupati Lumajang.
Lumajang menjadi satu dari hanya 13 kabupaten di Indonesia yang terpilih menjalankan program strategis ini.
Terdapat tiga komoditas utama yang menjadi motor penggerak, yakni pisang mas kirana, manggis, dan kentang. Khusus pisang mas kirana dan manggis, keduanya telah berhasil menembus pasar internasional.
Direktur Buah dan Florikultura, Fausiah T. Lajda, menekankan pentingnya koordinasi dengan offtaker sejak tahap perencanaan.
Hal ini dilakukan agar petani memahami kriteria dan Standard Operating Procedure (SOP) pasar sebelum memulai produksi.
”Kita harus tahu kriteria pasar agar hasil panen terserap optimal dan meminimalkan risiko kerugian,” ujar Fausiah.

Saat ini, kolaborasi dengan offtaker seperti Sewu Segar Nusantara (SSN) terus diperkuat untuk menjaga kontinuitas pasokan.
Hilirisasi di lapangan telah menunjukkan perkembangan signifikan. Di Kecamatan Gucialit, fasilitas packing house dengan kapasitas 2–2,5 ton per hari kini telah berfungsi optimal sebagai pusat sortasi dan grading.
”Dulu packing house ini belum maksimal, namun sekarang sudah terintegrasi dengan alur hilirisasi untuk memastikan nilai tambah tetap berada di tingkat petani,” jelas Tenaga Ahli HDDAP, Heru Widodo.
Selain produk segar, pengolahan hasil pertanian juga dilakukan di Desa Jambekumbu oleh Kelompok Tani Mawar Indah.
Dengan permintaan pasar mencapai 1.500 ton sementara suplai baru terpenuhi 750 ton, peluang peningkatan produksi di Lumajang masih sangat terbuka lebar.
Dari sisi budidaya, petani mulai didorong menggunakan benih kultur jaringan untuk pisang mas kirana.
Mitigasi hama seperti layu fusarium juga telah disiapkan melalui penggunaan agen hayati Trichoderma.
PIC Kabupaten Lumajang, Ircham Riyadi, memastikan seluruh tahapan, mulai dari sekolah lapang hingga Training of Trainers (TOT), akan berjalan sesuai prosedur.
”Seluruh pihak bersinergi untuk satu tujuan: memastikan kesejahteraan petani dan keberlanjutan program HDDAP di Lumajang,” pungkasnya. (*)
Comment