Perkuat Kemandirian Ekonomi, OJK Dorong Literasi Syariah dan Program Gizi di Pesantren Lirboyo

ads
ads

MENITNEWS.COM, KEDIRI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem ekonomi pesantren sebagai pilar pendukung program prioritas pemerintah. Melalui sinergi lintas sektor, OJK mengintegrasikan peningkatan literasi keuangan syariah dengan penguatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

Langkah ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (14/4). Acara ini melibatkan kolaborasi strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Nasional

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Dicky Kartikoyono, menyatakan bahwa pesantren memiliki peran ganda yang strategis: sebagai pusat pendidikan sekaligus pusat penggerak ekonomi.

“Program pemerintah saat ini berorientasi jangka panjang. Pesantren dengan jumlah santri yang besar adalah ekosistem yang kuat untuk mendukung program prioritas, termasuk dalam meningkatkan kualitas SDM dan membuka peluang ekonomi luas melalui rantai pasok lokal,” ujar Dicky.

Integrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Salah satu poin utama dalam kolaborasi ini adalah optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). OJK menilai program ini tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga peluang bisnis bagi warga pesantren.

  • Peluang Sektor Riil: Ekosistem pertanian, peternakan, dan perikanan di sekitar pesantren dapat menjadi pemasok utama kebutuhan bahan pangan.

  • Akses Pembiayaan: Melalui FEBIS, OJK memfasilitasi business matching antara pelaku usaha lokal dengan lembaga keuangan syariah untuk mendapatkan modal usaha.

  • Dampak Sosial: Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menambahkan bahwa program MBG menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil dan santri untuk memastikan generasi masa depan unggul sejak dini.

Membentuk Santri yang “Sehat Keuangan dan Raga”

Melalui inisiatif SAKINAH, ratusan santri dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan syariah dan bahaya aktivitas keuangan ilegal. Targetnya, santri tidak hanya cerdas secara rohani, tetapi juga bijak secara finansial.

Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pemenuhan gizi dan literasi keuangan akan menciptakan manusia yang unggul secara utuh.

“Kita ingin santri yang intelektualnya unggul, fisiknya kuat, dan rohaninya tetap terjaga,” tegas Gus Yahya.

Bukti Nyata: Peresmian 27 Satuan Gizi

Sebagai bentuk implementasi nyata, dilakukan peresmian fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan pesantren. Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti untuk 27 SPPG lainnya sebagai bagian dari penguatan ekonomi riil berbasis komunitas.

Penutupan acara ditandai dengan simbolisasi pembukaan akses keuangan syariah, yang diharapkan dapat mempercepat kemandirian ekonomi pesantren secara berkelanjutan dan berdaya saing global. (*)

Comment