Optimalkan Layanan Jemaah Haji, Bea Cukai Sulbagsel Edukasi Biro Travel se-Sulsel

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Kanwil DJBC Sulbagsel) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji. Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Forum Komunikasi Publik (FKP) yang dilaksanakan di Aula Tamalate, Gedung Keuangan Negara (GKN) Makassar, Kamis (16/4/2026).

Acara ini secara khusus mengundang perwakilan biro perjalanan haji dan umrah dari seluruh Sulawesi Selatan. Fokus utamanya adalah menyelaraskan pemahaman mengenai aturan kepabeanan agar proses kepulangan jemaah di bandara nantinya berjalan tanpa kendala.

Sinergi Demi Kepastian Layanan

Mewakili Kepala Kanwil, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai DJBC Sulbagsel, Andri Waskito, menekankan bahwa biro travel merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada jemaah.

“Sinergi antara Bea Cukai dan biro travel adalah kunci utama. Kami ingin memastikan adanya kepastian layanan dan memitigasi potensi kendala terkait barang bawaan maupun barang kiriman jemaah langsung di lapangan,” ujar Andri dalam sambutannya.

Sosialisasi Aturan: Dari IMEI hingga Antikorupsi

Forum ini mengupas tuntas berbagai isu krusial yang sering dihadapi jemaah haji, di antaranya:

  • Fasilitas Barang Bawaan & Kiriman: Asrinda Saptawati (Pelaksana Kanwil DJBC Sulbagsel) memaparkan batasan nilai barang dan kategori barang yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk.

  • Digitalisasi Layanan: Juniarti Maryam (Pelaksana KPPBC Makassar) memperkenalkan penggunaan aplikasi All Indonesia untuk mempermudah administrasi.

  • Registrasi IMEI: Ardiansyah (Pemeriksa Bea Cukai) memberikan panduan teknis pendaftaran perangkat seluler agar jemaah tetap bisa berkomunikasi saat tiba di tanah air.

  • Penguatan Integritas: Selain aspek teknis, Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Benny Mayawijaya, turut menekankan pentingnya gerakan antikorupsi dan penolakan gratifikasi dalam setiap lini pelayanan.

Harapan untuk Jemaah

Pihak Bea Cukai berharap melalui kegiatan ini, para pelaku usaha biro travel dapat mengedukasi jemaah mereka sejak dini.

“Semoga informasi ini diteruskan kepada jemaah haji, sehingga mereka lebih patuh terhadap aturan dan dapat memanfaatkan fasilitas kepabeanan secara optimal,” pungkas Andri.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan tidak ada lagi jemaah yang kebingungan terkait prosedur pemeriksaan barang saat tiba di tanah air, sehingga mereka bisa fokus sepenuhnya pada ibadah dan kepulangan yang nyaman. (*)

Comment